
TELUKKUANTAN - PT Wana Jingga Timur (WJT) membantah melakukan pencemaran lingkungan dengan membuang limbah ke sungai, seperti yang disampaikan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kuantan Singingi (Kuansing), Riau.
"Itu bukan limbah, tapi air hujan bercampur tanah," ujar Manajer PT WJT, Raja Minorianto didampingi KTU, Heri Aprizal dan Humas DPN, Ipan kepada GoRiau.com, Kamis (7/1/2016) siang di Telukkuantan.
Ia menceritakan, pada Rabu (6/1/2016) lalu, ia meminta karyawan untuk membersihkan saluran air hujan yang tertutup. Karena, dalam beberapa pekan terakhir intensitas hujan cukup tinggi membuat tanah longsor dan menutup parit hujan.
"Jadi, air mengendap dan sampai kemana-mana. Kita baru bisa membersihkan kemaren, karena baru mulai beroperasi pasca libur natal dan tahun baru," ujar Raja.
Kebetulan, lanjut dia, saat membersihkan, tiba-tiba datang rombongan DPRD dan BLH Kuansing. Saat itu, mereka melihat adanya aliran air bercampur tanah ke sungai alam.
"Ketika kita ingin jelaskan, mereka langsung pergi. Kita sudah cari sumbernya dan tidak ditemukan. Itu murni air hujan yang becampur tanah," jelas Raja. Bahkan, untuk memastikan limbah terkelola dengan baik, PT WJT memiliki mesin khusus.
"Seandainya kami membuang limbah ke sungai, tentu sudah lama diprotes oleh warga Pesikaian. Toh, selama ini tidak ada gejolak antara PT WJT dan masyarakat," tegas Raja.
Bahkan, untuk menjamin tidak terjadinya pencemaran lingkungan, PT WJT selalu menjalankan seluruh rekomendasi Badan Lingkungan Hidup (BLH). "Kita selalu mengambil sampel air sungai dan sumur warga. Sampelnya dikirim ke BLH."
"Setiap semester, BLH selalu turun dan melakukan pembinaan terhadap kami. Kami sangat mengapresiasi kepedulian pemerintah dalam membina kami," tambah Raja.
Terkait kunjungan DPRD Kuansing, ia mengucapkan terimakasih. Karena dengan demikian bisa mengetahui kondisi masyarakat dan perusahaan.
"Namun, kami berharap kerjasama yang baik, sehingga program CSR bisa berjalan dengan baik untuk masyarakat," tutup Raja.***