JAKARTA, GORIAU.COM-Asia Pacific Resources International Limited (APRIL) sebagai induk usaha dari PT. RAPP (Riau Andalan Pulp and Paper) menyatakan musim kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) mulai terjadi kembali di Indonesia. Produsen pulp dan kertas kedua terbesar di Asia ini melaporkan api membakar lahan dari jarak 500 meter dari wilayah konsesi perusahaan mitra di Pulau Rupat, sebuah pulau di lepas pantai Sumatera.



Presiden Direktur PT. RAPP, Kusnan Rahmin mengatakan pihaknya telah mengirimkan satu unit helikopter dan puluhan petugas pemadam kebakaran (Fire Fighter) untuk membantu memadamkan kobaran api di area seluas 220 hektar di Rupat.

Berdasarkan laporan pihak kepolisian, kebakaran ini disebabkan oleh maraknya aktifitas pembukaan lahan untuk perkebunan oleh sejumlah oknum masyarakat dengan cara membakar lahan sebelum ditanami.

"Kebakaran hutan dan lahan merupakan ancaman bagi kesehatan masyarakat dan bisnis kami. Sebagai bentuk keseriusan kami dalam upaya pencegahan dan penanggulangan karhutla ini, maka kami berkontribusi mengerahkan semua sumber daya yang ada untuk membantu memadamkannya," kata Kusnan.

Induk perusahaan PT. RAPP itu menyatakan pemantauan titik api terus dilakukan secara rutin dan hingga saat ini tidak ada kebakaran yang terdeteksi di dalam wilayah konsesi. Namun demikian, disebutkan Kusnan, seluruh tim fire fighter dari estate-estate perusahaan terdekat, lengkap dengan peralatannya terus berjuang mencegah dan memadamkan kebakaran yang terjadi, baik yang berada di dalam ataupun di luar konsesi, seperti area masyarakat.

Sementara itu, pihak PT. RAPP mengatakan juga telah membuka kembali pusat komando pemadam kebakaran di Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, Riau.

Dari pusat komando ini, segala daya upaya dilakukan untuk merespon kebakaran, yang meliputi patroli di darat dan pengawasan di udara, pemantauan satelit secara berkala setiap harinya, meningkatkan penyimpanan air di kanal dan waduk, menyiagakan 700 petugas pemadam kebakaran terlatih, serta menyiapkan 3 (tiga) helikopter pemadam kebakaran.

PT. RAPP mengatakan, pihaknya telah memberlakukan kebijakan melarang pembukaan lahan dengan cara membakar atau no burn policy sejak 20 tahun yang lalu. Setiap adanya laporan kejadian karhutla, perusahaan senantiasa langsung melaporkan kepada pihak yang berwajib. Karhutla terjadi di Sumatera di setiap musim kemarau yang biasanya dipicu oleh kegiatan pembalakan liar dan pembukaan lahan pertanian secara membakar.

Meski demikian, masih banyak yang tidak menyadari hal tersebut sangat berbahaya bagi kesehatan baik di dalam negeri ataupun di negara tetangga.

Karhutla sangat mengancam kelangsungan operasional perusahaan seperti PT. RAPP yang bergerak di bidang penanaman hutan tanaman industri dan menghasilkan pulp dan kertas. Kebanyakan kebakaran terjadi di lahan yang tidak terkelola dan berada di luar wilayah hutan konsesi yang berlisensi dari pemerintah. Jika kebakaran terjadi, api bisa sangat cepat menyebar ke perkebunan atau area hutan, yang dipicu oleh angin dan vegetasi kering.

"Karenanya kami dari perusahaan berusaha dengan sangat, agar kebakaran hutan dan lahan ini dapat segera teratasi dengan berbagai upaya yang optimal," tutup Kusnan.(rls)