
PEKANBARU, GORIAU.COM - PT Petro Selat (Petro Selat LTd) telah melakukan pertemuan dengan Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Siak, Jumat (16/6/2014). Dalam pertemuan tersebut, pihak Petro Selat LTd menyatakan akan memberi konpensasi kepada masyarakat yang dirugikan atas tumpahnya minyak di Sungai Rawa, Kecamatan Sungai Apit beberapa hari lalu.
"Tadi kami sudah membicarakan terkait bagaimana kompensasi untuk masyarakat yang dirugikan atas tumpahan minyak di Sungai Rawa," ujar Kepala BLH Siak, H. Sadiki melalui Kabid Pengendalian dan Pengawasan Badan Lingkungan Hidup Siak, Syaiful Amar MSi kepada GoRiau.com.
Dikatakan Syaiful, rata-rata masyarakat yang tinggal di Sungai Rawa Kecamatan Sungai Apit hidup sebagai nelayan. Dimana, sungai merupakan tempat untuk mencari kehidupan. Sehingga, jenis kompensasi yang akan diberikan sesuai dengan kerugian. "Mungkin akan dihitung, berapa-berapa per harinya," kata Syaiful.
"Yang jelas, pihak perusahaan tanggap dan peduli atas kerugian masyarakat setempat," tambah Syaiful. Untuk nilainya, kata Syaiful, tergantung kesepakatan antar perusahaan dan masyarakat. "Mereka akan kita pertemukan lagi," katanya.
Untuk saat ini, kata Syaiful, pihak perusahaan dan masyarakat sedang melakukan inventarisir segala kerusakan yang diakibatkan tumpahan minyak. Mulai dari alat-alat penangkap ikan hingga kebun milik masyarakat.
Dalam pemberitaan sebelumnya, tumpahan minyak mentah yang terjadi di sumur pengeboran milik Petro Selat LTd diakibatkan oleh tidak kuatnya katup salah satu pipa. Sementara, tekanan gas sangat kuat dari dasar sumur.(san)