
PEKANBARU, GORIAU.COM - Klub sepak bola PSPS Pekanbaru mengalami keterpurukan. Dalam beberapa laga terakhir, bahkan 'petarung' Indonesia Super League (ISL) ini selalu kandas tanpa 'memungut' poin. Alasan utama keterpurukan PSPS Pekanbaru adalah keuangan. Hal ini yang kemudian memicu massa pendukung klub sepak bola itu menggelar aksi unjuk rasa mendesak pemerintah setempat agar segera menggelontorkan dana untuk klub kesayangan mereka.
Aksi unjuk rasa dilakukan puluhan massa pendukung PSPS Pekanbaru di depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Dearah (DPRD) Pekanbaru, Selasa siang.
"Kami menginginkan secepatnya anggota dewan menggelar rapat dengan pemerintah daerah. Meminta wali kota untuk segera mendanai PSPS," kata Satrian Dinata, koordinator aksi.
Massa yang didominasi kalangan remaja ini terpantau membawa sejumlah spanduk dukungan terhadap klub sepak bola PSPS Pekanbaru.
Dalam spanduk tersebut, pengunjuk rasa juga mendesak agar Wali Kota Pekanbaru, Firdaus MT segera menyatakan komitmen untuk sama-sama memajukan PSPS Pekanbaru.
"Kalau bukan pemerintah daerah yang mendukung PSPS lantas siapa lagi. Jangan biarkan klub sepak bola yang telah lama dibentuk ini terpuruk," kata demonstran dalam orasinya.
Aksi massa yang sempat menyebabkan kemacetan kendaraan cukup panjang itu mendapat pengawalan ketat oleh aparat kepolisian setempat.
PSPS Pekanbaru sebelumnya sempat diboyong Pemerintah Kabupaten Kampar dan berpindah masrkas dari Stadion Kaharudin Nasution di Pekanbaru ke Stadion Bangkinang, Kampar.
Namun kerjasama antara Pemkab Kampar dengan manajemen PSPS Pekanbaru tidak berlangsung lama setelah Bupati Kampar, Jefry Noer kecewa dengan berbagai kekalahan klub sepak bola itu dalam setiap laga kandang maupun tandang.
Jelang putaran kedua kompetisi Indonesia Super League (ISL) 2012/2013, Pemkab Kampar akhirnya memutuskan kerjasamanya dengan Tim PSPS yang kemudian kembali pindah markas ke Stadion Kaharudin Nasution, Pekanbaru.
"Kami kembali ke markas awal di Rumbai (Stadion Kaharudin Nasution Pekanbaru) dan tidak lagi bertanding di Bangkinang karena kontrak dengan Pemkab Kampar telah berakhir," kata Manajer PSPS Boy Sabirin.(fzr)