
PEKANBARU – PSPS Pekanbaru harus menjalani laga kandang tanpa dukungan suporter saat menjamu Garudayaksa FC dalam lanjutan Liga 2 Championship di Stadion Kaharuddin Nasution, Sabtu (28/2/2026). Sanksi dari Komisi Disiplin PSSI membuat markas Askar Bertuah yang biasanya riuh oleh ribuan pendukung setianya tampak lengang.
Atmosfer berbeda itu seakan memengaruhi jalannya pertandingan. Tampil di kandang sendiri, PSPS justru lebih banyak bermain bertahan sepanjang babak pertama. Sebaliknya, Garudayaksa tampil lebih agresif sejak menit awal.
Pada 15 menit pertama, Everton dan kawan-kawan mampu menekan lini pertahanan tuan rumah. Meski belum menciptakan peluang bersih, tekanan yang dibangun cukup merepotkan barisan belakang PSPS.
Peluang berbahaya hadir pada menit ke-16. Garudayaksa memperoleh tendangan sudut yang dieksekusi Frydek. Bola mengarah tepat ke kepala Vytas. Bek asing dengan postur 195 sentimeter itu mampu memenangkan duel udara, tetapi sundulannya belum mengarah tepat ke gawang dan tidak membahayakan kiper Erlangga Setyo.
Memasuki menit ke-26, PSPS masih kesulitan keluar dari tekanan. Skema umpan pendek kerap terhenti setelah tiga hingga empat sentuhan sebelum bola dipatahkan di area pertahanan Garudayaksa.
Tuan rumah sempat memperoleh peluang emas pada menit ke-28 lewat skema serangan balik. Umpan terobosan mengarah kepada Douglas Cruz di sisi kanan pertahanan lawan. Namun, Douglas gagal menyamai kecepatan bola sehingga peluang itu terbuang.
Semenit berselang, PSPS kembali mengancam. Umpan lambung dari lini tengah diterima Asir Asiz. Ia mampu melewati satu pemain sebelum melepaskan umpan silang. Bola sempat membentur pemain lawan dan jatuh di kaki Vieri Donny, tetapi tembakannya masih mampu ditepis kiper Aditya.
Garudayaksa tak tinggal diam. Beberapa menit kemudian, mereka melancarkan serangan balik cepat dari sisi kiri. Bola diteruskan kepada Alfin Faiz yang langsung melepaskan tembakan. Namun, sepakan tersebut masih terlalu lemah dan mudah diamankan Erlangga.
Hingga menit ke-38, PSPS tetap kesulitan membangun variasi serangan. Umpan lambung menjadi pola dominan dengan Vieri dan Asir sebagai tumpuan. Strategi ini berpotensi menguras stamina keduanya apabila terus dipertahankan.
Peluang kembali datang pada menit ke-32 saat Asir mengirim umpan lambung dari sisi kiri. Vieri menyambut dengan sundulan, tetapi arah bola masih melenceng dari sasaran.
Pada tambahan waktu empat menit, Garudayaksa semakin intens melakukan penetrasi, terutama melalui sisi kanan pertahanan PSPS. Alfin Faiz kerap merepotkan lini belakang tuan rumah. Bahkan pada menit ke-47, ia berhasil melewati kapten PSPS dan memaksa Francis Yaghr turun membantu mengamankan situasi.
Hingga peluit tanda akhir babak pertama dibunyikan, skor tetap 0-0. Tanpa dukungan langsung suporter, PSPS tampak belum menemukan ritme permainan terbaiknya, sementara Garudayaksa menunjukkan organisasi serangan yang lebih rapi dan terstruktur. ***