
PEKANBARU – PSPS Pekanbaru harus puas berbagi poin setelah bermain imbang tanpa gol melawan Garudayaksa FC dalam lanjutan Liga 2 Championship, Sabtu (26/2/2026), di Stadion Kaharuddin Nasution.
Laga ke-21 atau pertandingan ketiga putaran ketiga itu berlangsung tanpa kehadiran penonton akibat sanksi Komisi Disiplin PSSI. Stadion yang biasanya dipadati ribuan pendukung Askar Bertuah tampak lengang, menghadirkan atmosfer yang berbeda bagi tuan rumah.
Sejak awal pertandingan, Garudayaksa tampil lebih dominan. Pada menit ke-16, mereka memperoleh peluang melalui situasi sepak pojok. Eksekusi Frydek mengarah tepat ke kepala Vytas yang memiliki postur 195 sentimeter. Namun, sundulannya belum membahayakan gawang PSPS yang dijaga Erlangga Setyo.
PSPS kesulitan mengembangkan permainan. Skema umpan pendek kerap terhenti sebelum memasuki kotak penalti lawan. Peluang terbaik tuan rumah hadir pada menit ke-28 lewat serangan balik cepat. Umpan terobosan mengarah kepada Douglas Cruz di sisi kanan, tetapi ia gagal menjangkau bola.
Semenit berselang, Asir Asiz sempat melewati satu pemain sebelum melepaskan umpan silang. Bola liar disambar Vieri Donny, namun tembakannya ditepis kiper Aditya. Hingga akhir babak pertama, penetrasi Garudayaksa—terutama melalui sisi kanan yang dikawal Alfin Faiz—lebih merepotkan lini belakang PSPS. Skor tetap 0-0 hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, PSPS mencoba tampil lebih berani. Vieri Donny membuka peluang setelah melewati dua pemain dan mengirim umpan silang kepada Asir, tetapi sepakan Asir masih diblok pemain bertahan.
Garudayaksa membalas pada menit ke-51 melalui striker asing mereka, Evertom. Ia menggiring bola masuk ke kotak penalti dan melepaskan tembakan keras mendatar. Erlangga Setyo tampil gemilang dengan menepis bola tersebut.
Penyelamatan itu menjadi momen penting bagi Erlangga. Sepanjang musim ini, ia baru tampil dalam beberapa laga dan sempat kehilangan tempat utama. Dalam dua laga tandang awal, ia kebobolan total empat gol saat melawan Bekasi City dan tiga gol kontra PSMS Medan. Setelah itu, posisi kiper utama lebih sering diisi Muhammad Darmawan. Di bawah pelatih anyar Aji Santoso, Erlangga kembali dipercaya sebagai starter dan menjawabnya dengan performa impresif.
Pada menit ke-63, PSPS kembali memperoleh peluang emas lewat serangan balik yang diawali intersep Douglas Cruz. Ilham Garamoni mengirim umpan lambung kepada Vieri Donny yang masuk ke kotak penalti sisi kanan. Sepakannya ditepis kiper. Dari situasi sepak pojok, tandukan kapten PSPS, Alfin, masih melambung.
Pergantian pemain dilakukan pada menit ke-69. Francis Yagr digantikan Rafly Selang, disusul masuknya Hari Nur menggantikan Vieri Donny. Namun, Rafly belum mampu memberi dampak signifikan setelah beberapa kali melakukan kesalahan umpan, termasuk dalam situasi dua lawan dua saat serangan balik.
Garudayaksa terus menekan. Pada menit ke-75, tendangan mendatar Alfin Faiz masih diamankan Erlangga. Satu menit kemudian, wasit Axel Febrian Sinaga sempat mengecek VAR untuk potensi pelanggaran di luar kotak penalti, tetapi keputusan akhirnya menyatakan offside.
Asir Asiz ditarik keluar pada menit ke-84 dan digantikan Reyhan Firdaus, yang kerap berperan sebagai supersub. Peluang sempat tercipta saat Reyhan mengirim umpan silang kepada Hari Nur, tetapi sundulannya tepat mengarah ke kiper.
Di masa tambahan waktu enam menit, Garudayaksa hampir mencetak gol melalui tendangan bebas yang disambut Vytas. Sundulannya mengarah presisi ke sudut kiri gawang, namun kembali dimentahkan Erlangga.
Hingga peluit panjang berbunyi, skor tetap 0-0. Kedua tim sama-sama menolak menyerah demi poin penuh. Garudayaksa yang memimpin klasemen masih dibayangi selisih empat poin dari peringkat ketiga, sementara PSPS berada di papan bawah dan hanya terpaut dua poin dari zona degradasi.
Hasil imbang ini membuat PSPS gagal memanfaatkan laga kandang untuk meraih kemenangan, meski penampilan solid Erlangga Setyo menjadi catatan positif dalam upaya tim keluar dari tekanan klasemen. ***