SEMARANG –PSPS Pekanbaru bermain imbang 1-1 melawan PSIS Semarang pada babak pertama laga pembuka Pegadaian Championship 2026-2027 di Stadion Jatidiri, Semarang, Jumat (11/9/2026) malam.

Kedua tim memperagakan permainan dengan karakter berbeda. PSIS lebih banyak menekan melalui kombinasi permainan dari sisi lapangan dan situasi bola mati, sedangkan PSPS sempat memilih bermain lebih bertahan dengan skema low block sebelum meningkatkan garis pertahanan pada pertengahan akhir babak pertama.

PSPS lebih dahulu menciptakan peluang pada menit ke-9. Berawal dari direct ball dari lini tengah, Reza Kusuma mengirimkan umpan kepada Asir Asiz yang bergerak dari sisi kiri. Asir kemudian melakukan cutting inside sebelum melepaskan tembakan. Namun, bola masih melambung jauh dari sasaran.

Tiga menit berselang, PSPS kembali mengancam. Bola muntahan jatuh ke kaki Matheus Machado yang berada di luar kotak penalti. Machado langsung melepaskan tendangan keras ke arah sisi kanan gawang PSIS. Namun, kiper PSIS Dicky Agung mampu menepis bola tersebut.

PSIS kemudian mulai meningkatkan tekanan. Pada menit ke-16, umpan panjang berhasil diarahkan ke kotak penalti PSPS dan diterima Deri Antony Corfe. Corfe sempat melakukan turnaround, tetapi Luiz Motta dengan cepat membantu Muhammad Revan dan berhasil merebut bola untuk mengamankan pertahanan PSPS.

Luiz Motta tampil cukup solid di lini belakang PSPS. Bek tersebut beberapa kali mampu menutup ruang dan melakukan intersep untuk memutus serangan PSIS.

Memasuki menit ke-20, PSPS yang diasuh Akhyar Ilyas lebih banyak bertahan dengan blok rendah. Situasi tersebut membuat PSIS leluasa membangun serangan, terutama melalui bola mati.

Tekanan PSIS akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-25. Berawal dari situasi tendangan sudut, bola rebound mengarah kepada Muhammad Akbar Arjunsyah. Tanpa menyia-nyiakan kesempatan, Akbar melepaskan penyelesaian yang mengubah kedudukan menjadi 1-0 untuk PSIS Semarang.

PSIS kembali memperoleh peluang dari skema *corner kick*. Tandukan Akbar Arjunsyah sempat ditepis Dicky Agung. Bola rebound kemudian disambut Corfe melalui sundulan, tetapi bola justru melebar dari gawang PSPS.

PSPS baru kembali mendapatkan peluang pada menit ke-35 setelah pemain PSIS melakukan kesalahan dalam distribusi bola. Asir Asiz mengambil bola tersebut dan langsung memberikan umpan kepada Matheus Machado.

Namun, Machado terlalu lama menguasai bola sehingga pemain PSIS memiliki waktu untuk kembali ke posisi. Machado kemudian mengirimkan umpan kepada Antonio Gamaroni yang berada di sisi kiri. Gamaroni mencoba melepaskan tembakan, tetapi bola masih melebar dari sasaran.

Memasuki menit ke-40, PSPS mulai bermain lebih agresif. Garis pertahanan dinaikkan dan kedua pemain di sisi lapangan, Alfin serta Ihsan, lebih aktif membantu serangan.

Pada menit ke-41, Alfin bahkan meninggalkan posisinya dan membawa bola melewati seorang pemain PSIS di area luar kotak penalti. Pergerakan tersebut memaksa pemain PSIS melakukan pelanggaran.

PSPS mendapatkan tendangan bebas dari posisi tepat di luar kotak penalti. Antonio Gamaroni dipercaya menjadi eksekutor. Pemain bernomor punggung 10 itu mencoba mengarahkan bola mendatar melewati pagar betis, tetapi bola masih membentur pagar pemain PSIS.

PSIS kembali memperoleh peluang melalui tendangan sudut. Kali ini, striker asing PSIS Rafael Rodrigues berhasil memenangkan duel udara dengan Luiz Motta dan melepaskan sundulan. Beruntung bagi PSPS, bola masih keluar dari sasaran.

Ketika babak pertama tampak akan berakhir dengan keunggulan PSIS, PSPS justru mampu menyamakan kedudukan pada menit 45+2.

Gol tersebut lahir melalui skema bola mati. Reza Kusuma mengirimkan umpan dari tendangan bebas di sisi kanan pertahanan PSIS. Bola kemudian disambut dengan baik oleh Antonio Gamaroni yang berhasil mengubahnya menjadi gol.

PSPS Pekanbaru menyamakan kedudukan menjadi 1-1.

Hingga wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya babak pertama, skor PSIS Semarang 1-1 PSPS Pekanbaru tetap bertahan. ***