PEKANBARU – Masyarakat yang ada di Kelurahan Tirta Siak dan Kelurahan Tampan, Kecamatan Payung Sekaki tidak ingin lagi dirugikan oleh proyek pembangunan dari pemerintah.

Saat ini di dua kelurahan yang ada di Kecamatan Payung Sekaki tersebut tengah ada pengerjaan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) yang merupakan proyek dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Siak Pekanbaru.

Penolakan dari masyarakat bukan tanpa alasan, melainkan karena sebelumnya pada tahun 2017, ditahun itu akibat dari galian PDAM banyak jalan yang menjadi rusak sehingga menimbulkan kecelakaan.

Melihat hal ini Robin Eduar, anggota Komisi IV DPRD Kota Pekanbaru menilai penolakan dari warga merupakan hal yang wajar terjadi karena didasari rasa trauma pada warga.

"Penolakan warga sangat wajar terjadi, karena galian PDAM setelah digali tidak ditutup atau diaspal sebagaimana sebelumnya," katanya, Senin (18/4/2022).

Robin yang merupakan daerah pemilihan (Dapil) Kecamatan Payung Sekaki ini menegaskan bahwa permintaan dari warga hanya satu, yaitu berikan jaminan untuk PDAM atau kontraktor mengembalikan aspal seperti semula.

"Permintaan warga hanya ini, ada perjanjian dengan masyarakat. Dan masyarakat tidak pernah menolak pembangunan, masyarakat hanya minta komitmen," jelas politisi PDIP ini.

Jalan Pemuda dan Jalan Kayu Manis merupakan jalur alternatif yang digunakan oleh masyarakat untuk menghindari kemacetan yang ada di Jalan Riau, sehingga jika dikerjakan terlalu lama dikhawatirkan akan terjadi kemacetan.

Untuk menjembatani permasalahan antara masyarakat dan juga PDAM Tirta Siak, Robin juga menuturkan Komisi IV akan memanggil kedua belah pihak untuk dicari jalan keluarnya.

"PDAM harus bertanggungjawab, saya sudah sampaikan Komisi IV akan panggil PDAM dan minta pertanggungjawaban dari PDAM," tutupnya. ***