
PEKANBARU, GORIAU.COM - Pengakuan polos seorang bocah yang masih duduk dikelas dua sekolah dasar ini, merupakan pukulan telak bagi pemerintah yang sampai saat ini belum bisa mengatasi bencana kabut asap yang menimpa Provinsi Riau.
M Risky Aditiya, bocah yang masih duduk di bangku kelas dua SD 5 Pekanbaru, bercerita soal penderitaanya gara-gara kabut asap.
"Iya om saya ini kalau besar mau jadi plesiden gantikan Jokowi, bukan mau jadi ikan salai, tiap hali kenak asap," cerita Risky kepada GoRiau.com. Risky saat ini belum lancar mengucapkan huruf R, Rabu (2/9/2015)
Ungkapanya begitu polos dan menggambarkan betapa menderitanya anak-anak sekolah seusianya, akibat bencana kabut asap yang menyelimuti hampir seluruh wilayah di Provinsi Riau dan khususnya Pekanbaru.
Saat ditanya darimana datangnya kabut asap dan apa yang dirasakanya. M Risky menjawab dengan lugu, kalau asap berasal dari langit akibat banyak warga yang membakar kobun (red-lahan).
"Inilah om, orang dewasa suka bakar-bakar kobun (red- lahan), padahal di Pekanbaru kan tak ada hutan, sesak dibuatnya om akibat asap ini," lanjutnya
Sementara Nurliana, ibunda dari M Risky sangat berterimakasih kepada pihak sekolah yang sudah meliburkan anak muridnya.
"Antara senang dan tidak ya mas, disatu sisi anak-anak nyaman di rumah kalau libur, tapi disatu sisi ya pelajaran jadi tertinggal. Kalau bisa ya pemerintah cepat cari solusi lah untuk menghilangkan kabut asap ini," jelasnya. (dnl)