PEKANBARU – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Riau mulai menggerakkan Program Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) untuk memperkuat pengawasan demokrasi di wilayah tersebut. Sebanyak 480 kader disiapkan untuk menjadi garda terdepan dalam menjaga integritas pemilihan umum.

Agenda nasional yang pelaksanaannya berpusat di Kabupaten Tangerang, Banten, ini menekankan bahwa keberhasilan pesta demokrasi tidak cukup hanya mengandalkan penyelenggara pemilu. Masyarakat memiliki peran vital untuk ikut memantau jalannya setiap tahapan proses pemilu.

Anggota Bawaslu RI, Lolly Suhenti, mengungkapkan bahwa transformasi pendidikan pengawasan terus dilakukan untuk mencetak individu yang paham regulasi. Menurutnya, kader pengawas partisipatif harus memiliki empat karakter dasar, yakni memahami aturan, kritis, berani menyuarakan kebenaran, serta mampu membawa dampak positif bagi kualitas pemilu.

"Bawaslu sejak lama telah menyiapkan kader pengawas dari masyarakat. Dulu namanya berbeda, sekarang dikenal sebagai Pendidikan Pengawas Partisipatif atau P2P," jelasnya.

Menindaklanjuti arahan pusat, Ketua Bawaslu Riau, Alnofrizal, memaparkan distribusi kader yang tersebar secara merata di Bumi Lancang Kuning. Setiap kabupaten dan kota di Riau mendapatkan jatah untuk mendidik 40 orang kader pilihan.

"Setiap Bawaslu kabupaten/kota akan mendidik 40 orang kader. Pelaksanaannya dijadwalkan berlangsung Mei hingga Juni 2026," urainya.

Untuk mendukung efektivitas program tersebut, Bawaslu Riau telah menyusun kurikulum pendidikan khusus. Anggota Bawaslu Riau Bidang Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat, Amiruddin Sijaya, menyebut modul tersebut mengangkat tema "Berfungsi dan Bergerak untuk Pemilu 2029 yang Bermartabat".

Kurikulum ini dirancang agar para peserta tidak hanya menjadi penonton, tetapi mampu bertindak sebagai pengawas yang berintegritas. Harapannya, kehadiran kader P2P ini dapat meminimalisir potensi pelanggaran pemilu dan menciptakan ruang demokrasi yang lebih transparan bagi seluruh masyarakat Riau di masa mendatang.(Adv)