SELATPANJANG, GORIAU.COM - Pihak kepolisian diminta menindak para pelaku pembakaran lahan sesuai ketentuan. Ini menanggapi, banyaknya titik api dan kebakaran lahan sejak beberapa hari belakangan khususnya Provinsi Riau.

Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Zahwani Pandra Arsyad SH MSi, ketika dihubungi GoRiau.com, Minggu (2/2/2014) membenarkan adanya perintah tindak tegas pelaku pembakaran dari Kapolda Riau.

Menurut Pandra, sesuai perintah Kapolda Riau kepada para Kapolsek dan jajaran, melalui Kapolresta dan para Kapolres dan jajaran Polda Riau, bahwa merujuk dari banyaknya hotspot (titik api, red) dan kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla, red) sejak beberapa hari terakhir di wilayah hukum Polda Riau, Kapolsek diminta aktif mengecheck kejadian karhutla di wilayah masing-masing.

"Kapolda memerintahkan agar para Kapolsek untuk aktif check kejadian karhutla di wilayah masing-masing. Selain itu juga diminta melakukan langkah-langkah pemadaman terhadap lahan yang sudah terbakar," kata Pandra.

Tidak hanya itu, kata Pandra pula, Kapolda juga memerintahkan agar menindak tegas para pelaku pembakaran lahan sesuai ketentuan serta lakukan pencegahan atau lokalisir agar karhutla tidak meluas. Kapolsek juga diminta berkoordinasi dengan upika dan unsur atau instansi terkait seperti BPBD, Dinas Kehutanan, perusahaan dan lain sebagainya.

"Selain itu, kita juga diminta untuk melaporkan perkembangan dan hasil pelaksanaan kepada bapak Kapolda," ujar Pandra pula.

Sementara itu, menanggapi kebakaran lahan yang terjadi di lahan perkebunan PT NSP dan kebun masyarakat di Tebing Tinggi Timur, Pandra mengatakan tim pemadaman bersama lintas sektoral sudah berangkat ke lokasi sejak beberapa hari yang lalu.

"Yang membuat prihatin kita, sarana transportasinya sangat sulit," kata Pandra.

Kemudian, ditambahkan Pandra pula, polisi bersama Pemkab (Dishut, red) juga berharap Pemprov Riau segera turun tangan untuk membantu memberikan solusi dengan melakukan upaya-upaya yang konkrit di lapangan. Masyarakat bersama aparat TNI-Polri dan Pemkab Meranti sudah berupaya untuk mengantisipasi karhutla di 4 pulau besar di Meranti. Ini antisipasi agar tidak dianggap sebagai The Smoked Country atau negara penghasil asap karhutla oleh negara tetangga Singapura, dan Malaysia.

"Mungkin salah satunnya tim BPBD melakukan upaya hujan buatan, kalo di Kabupaten Meranti kami sudah kompak bersama TNI, Polri, Dishut dari jauh-jauh hari sudah melaksanakan upaya-upaya pencegahan dan himbauan kepada masya, termasuk sanksi apabila membakar hutan," tambahnya lagi.(zal)