
PEKANBARU, GORIAU.COM - Sebuah pesan berantai dari Belackberry Mesenger (BBM) membuat geger dan panik. Kabarnya, berdasarkan info dari Badan Metereologi dan Geofisika (BMKG), puncak asap beracun mulasi memaski wilayah Riau sejak pukul 13.00, warga diingatkan untuk tidak keluar rumah.
"Ingatkan keluarga di Riau, jam 13.00 puncak polutan beracun sampai d Riau, dari kepala BMKG pusat, jangan keluar rumah," bunyi pesan tersebut.
Melihat kondisi hari ini, memang kabut asap khususnya di Pekanbaru cukup parah. Langit kelam sejak tadi pagi. Namun Kepala Pusat Data dan Informasi BMKG stasiun Pekanbaru, Slamet Riyadi, yang dihubungi GoRiau.com, Jumat (23/10/2015) mengatakan, pihaknya tidak mengetahui ada peringatan tersebut.
"Kalau soal beracun, memang asap sekarang ya beracun. Tapi kami tidak pernah menyampaikan peringatan itu. Namun memang, perkiraan kami, kabut asap menjelang sore ini semakin pekat. Beracun atau tidak itu bukan wewenang kami untuk menyampaikan," ujar Slamet Riyadi.
Ia menyebutkan, berdsarkan data BMKG yang dilansir pukul 07.00 tadi pagi, memang ada ditemukan 49 titik api di Riau. Wilayah paling banyak tedapat titik api berada di Kabupaten Indragiri Hulu. Ada tidak pertambahan titik api menjelang sore, dia juga mengatakan tidak dapat diprediksi, karena bersifat human error. "Api itu terjadi karena adanya tindakan yang dilakukan manusia, jadi sulit diprediksi," lanjutnya.
Ia mengatakan, kemungkinan pekatnya asap soe ini karena perhitungan arah angin yang menuju wilayah Utara. Karena ada kebakaran lahan di Inhu dan wilayah Jambi dan Sumsel, bisa jadi asap mengarah ke Pekanbaru dan sekitar.
Meski ada pelung hujan terjadi di bagian Utara, diperkirakan tak dapat membantu memadamkan api, karena tidak terlalu sporadis dan lebat. Kondisi ini akan berlangsung hingga akhir pekan.
"Ada peluang api berkurang pada minggu depan. Karena pada minggu depan kelembaban udara terjadi di Riau. Mudah-mudahan pelung hujan cukup besar," harapanya.(rul)