PEKANBARU, GORIAU.COM - Semua perusahaan, terutama perusahaan-perusahaan besar, yang beroperasi di Provinsi Riau harus ikut bertanggung jawab mencegah terjadinya kerusakan lingkungan, termasuk mencegah terjadi dan meluasnya kebakaran hutan di daerah ini.

Sebab, selama bertahun-tahun, bahkan puluhan tahun, perusahaan-perusahaan besar tersebut telah menguras sumber daya alam Riau. "Kompensasi yang diberikan perusahaan-perusahaan besar tersebut terhadap masyarakat Riau selama ini, tidak sebanding dengan besarnya sumber daya alam Riau yang telah mereka kuras," tegas pengamat sosial dan kebijakan publik dari Universitas Islam Riau Dr H Ahmad Tarmizi Yusa, MA, Senin (10/3/2014).Terkait upaya mencegah terjadi dan meluasnya kebakaran hutan dan lahan di Riau, kata Tarmizi, perusahaan-perusahaan besar, seperti PT Chevron, Indah Kiat, RAPP, Surya Dumai, Wilmar Group dan lainnya, bisa menunjukkan tanggung jawabnya dengan menyediakan helikopter yang akan digunakan secara rutin untuk mendeteksi terjadinya kebakaran hutan sejak awal. "Dengan adanya helikopter khusus melakukan pemantauan secara rutin, tentunya ketika terjadi kebakaran bisa segera diketahui, sehingga bisa pula segera dilakukan upaya pemadaman sebelum kebakaran tersebut meluas," kata Tarmizi.Kalau satu perusahaan tidak bersedia membelinya sendiri, maka pengadaan helikopter untuk memantau kebakaran hutan tersebut bisa didanai secara patungan (bersama-sama) oleh perusahaan-perusahaan besar itu. "Dana untuk pembelian satu helikopter itu belum ada apa-apanya itu dengan kekayaan alam Riau yang telah dikuras perusahaan-perusahaan tersebut," ujar Dekan Fakultas Ilmu Komunikasi UIR tersebut.Selain menyediakan helikopter, menurut Tarmizi, perusahaan-perusahaan besar itu, seharusnya juga membantu Pemerintah Provinsi Riau untuk pengadaan satelit yang mampu mendeteksi lokasi kebakaran hutan dan lahan secara akurat. "Hingga kini kita kan masih sangat bergantung pada Satelit NOAA yang ada di Singapura, untuk mengetahui titik kebakaran hutan dan lahan di Riau," sebutnya.Pengadaan peralatan-peralatan canggih untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan di Riau merupakan keharusan, karena dipastikan setiap tahun akan digunakan. Pengadaan alat-alat ini seharusnya juga bisa dibebankan kepada perusahaan-perusahaan besar. "Anggap saja itu bentuk balas budi mereka terhadap masyarakat Riau atas keuntungan besar yang telah mereka raup selama ini karena memanfaatkan kekayaan alam Riau," lanjutnya. Diulang Tarmizi, hinggi kini kontribusi perusahaan-perusahaan besar yang beroperasi di Riau terhadap masyarakat Riau, sangat minim bila dibandingkan dengan besarnya keuntungan yang mereka raup. "Ironisnya lagi, selain kontribusinya minim, operasional sebagian perusahaan tersebut juga menyebabkan kerusakan lingkungan. Jadi sangat keterlaluan, kalau mereka tidak mau ikut  bertanggung jawab mencegah terjadi dan meluasnya kebakaran hutan dan lahan di Riau," tandas Tarmizi.hsn