PEKANBARU, GORIAU.COM - Komunitas wartawan yang bergabung dalam Grup BlackBerry Messenger (BBM) mengharapkan Annas Maamun untuk berperan sebagai gubernur dalam mengatasi bencana kabut asap.

"Harus diingat, bahwa beliau adalah gubernur bukan lagi bupati," kata Syahnan Rangkuti, salah satu pers anggota BBM Grup yang juga Ketua Forum Silidaritas Wartawan untuk Transparansi (Sowat) Riau, Sabtu (22/2/2014).

Menurut Syahnan, Annas Maamun harus memiliki rencana untuk mengendalikan asap Riau secara keseluruhan, bukan hanya Rokan Hilir (Rohil) tempatnya menjabat sebagai bupati dua periode.

Annas Maamun adalah Gubernur Riau terpilih untuk periode 2014-2019 yang telah dilantik oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Gamawan Fauzi mewakili Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono pada Rabu lalu di Pekanbaru.

Annas berpasangan dengan Arsyadjuliandi Rachman (Andi Rachman) yang sebelumnya merupakan anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI.

Menurut Syahnan lagi, sudah saatnya Annas Maamun, sebagai Gubernur Riau yang baru menggantikan Djohermansyah Djohan sekaligus Rusli Zainal memiliki solusi cerdas dalam mengatasi masalah klasik kabut asap dan kebakaran lahan.

"Belum ada yang dibuat, semuanya masih wacana," kata salah satu wartawan lainnya dalam percakapan di Grup BBM.

Sebelumnya lewat wawancara langsung oleh Parthomy Oktora, Annas mengatakan pihaknya berupaya untuk mengeluarkan dana APBD Riau, namun tidak bisa karena baru dua bupatiyang mengusulkan tanggap darurat kabut asap dan kebakaran lahan.

Ketika itu, kata wartawan Annas mengatakan, minimal tujuh bupati yang mengusulkan baru bisa APBD Riau dan pemerintah pusat dikucurkan untuk tanggap darurat.

Untuk diketahui juga, demikian wartawan, saat ini sudah 1.200 hektare lahan cagar biosfer di Kabupaten Bengkalis ludes terbakar dan kendalanya adalah titik api yang susah dijangkau.

"Masakan APBD Bengkalis tunggu perintah darurat dari pemda baru didatangkan helikopter untuk tindakan 'watter bombing'. Keburu habis hutan," katanya. (fzr)