SELATPANJANG, GORIAU.COM - Masyarakat Desa Beting Kecamatan Rangsang Pesisir Kabupaten Kepulauan Meranti, Provinsi Riau, mendambakan adanya ambulance laut. Pasalnya untuk menyeberangkan pasien atau jenazah tidak semua transportasi laut yang menyanggupi.
Hal itu diungkapkan Kades Beting Sutarno, kepada wartawan, Senin (17/2/2014).
Kata Sutarno, mereka sangat mendambakan pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti bisa menyediakan ambulance laut yang stanby dan bisa dimanfaatkan masyarakat Beting setiap dibutuhkan.
"Kita sangat mengharapkan adanya ambulance laut, takutnya ada masyarakat kami yang mendadak sakit dan harus dirujuk ke RSUD, dan kejadian itu sudah pernah berkali-kali terjadi," kata Sutarno kepada wartawan.
Bahkan kata Tarno lagi, pernah mereka ingin membawa jenazah pulang ke Desa Beting sangat sulit, karena hampir semua transportasi laut tidak menyanggupi untuk membawakan jenazah itu. Sementara kata Tarno pula, untuk membawa jenazah itu harus terlebih dahulu mencarikan ambulance laut.
"Kami harus telepon speed, sewanya mencapai Rp300 - Rp400, darimana mereka (masyarakat sukut akit, red) dapatkan uang untuk sewa bot itu," tambah Tarno lagi.
Disampaikan Sutarno pula, rata-rata masyarakat Beting dalam keadaan miskin, apalagi suku akit, jangan untuk membayar obat berobat, buat makan selama di rumah sakit saja susah.
Kemudian Tarno juga menyampaikan, saat ini di Desa Beting hanya ada Poskesdes, meski akses ke Poskesdes lancar, tapi kata Tarno banyak keterbatasan dari pelayanan petugas Poskesdes. Tidak jarang masyarakat sakit yang berobat ke Poskesdes dirujuk harus dirawat ke RSUD Meranti jalan Dorak Selatpanjang.(zal)