RENGAT,GORIAU.COM - Tanggal 5 Januari merupakan hari bersejarah bagi masyarakat Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Riau, khususnya masyarakat kota Rengat. Pasalnya, pada 5 Januari 1949, kota rengat berobah menjadi lautan darah setelah tentara perang belanda membunuh ribuan masyarakat Rengat dengan sadis dan membuangnya ke sungai indragiri.

Dengan demikian, sebagai bentuk penghormatan kepada para pejuang yang gugur dalam agresi militer ke II itu, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Inhu, gelar acara napak tilas sejauh 25 kilometer.

"Napak tilas ini dimulai dari Pendopo Junjung Buih Rengat hingga ke kantor Satpol PP Pematang Reba. Kegiatan ini untuk menanamkan rasa nasionalisme dan mengingat jasa para pahlawan yang telah gugur pada agresi ke II di Rengat 66 tahun silam", ujar Kepala Kantor SatPol PP Inhu, Tukiyat, Senin (5/1/2014) di Pematang Reba.

Selain itu sebutnya, napak tilas ini juga untuk mendidik disiplin para anggota Satpol, baik itu fisik maupun mental. Sehingga dengan adanya napak tilas ini, mereka bisa merasakan bagai nama pedihnya para pahlawan terdahulu saat berjalan kaki melawan penjajah.

"Sedikitnya 270 personil Satpol PP yang kita utus dalam napak tilas hari ini. Sebelumnya, pada Sabtu malam (3/1/2015) kemaren, 150 personil juga melakukan hal yang sama. Kegiatan ini nantinya akan kita jadikan sebagai agenda tahunan setiap peringatan 5 Januari", tandas Tukiyat.(jef)