
PEKANBARU, GORIAU.COM - Akibat tidak matangnya perencanaan yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Riau telah menyebabkan kegagalan sejumlah proyek pembangunan infrastruktur di Provinsi Riau. Saat ini lebih dari Rp 1 triliun anggaran yang sudah dialokasikan di APBD 2012 akan dikembalikan ke negara dalam bentuk Silpa (sisa lebih penggunaan anggaran)
''Ke depan tidak boleh lagi terjadi seperti ini, Pemprov Riau harus membuat perencanaan yang matang sebelum mengajukan anggaran melalui APBD. Percuma saja dianggarkan, namun tidak terlaksana. Angka anggaran terlihat besar, tapi tidak bisa menjadi kegiatan, apalagi untuk proyek infrastruktur yang sangat dibutuhkan masyarakat,'' ujar anggota Komisi C DPRD Riau, DR Koko Iskandar menjawab GoRiau.com, Senin (3/12/2012) pagi ini.
Selain tidak matangnya perencanaan, penyebab lainnya adalah tidak sesuainya kondisi saat perencanaan dengan kondisi saat pelaksanaan proyek, seperti permasalahan harga ganti rugi, tumpang tindah lahan, dan harga material yang sudah tidak sesuai dengan kondisi saat proyek dilaksanakan.
''Intinya, perencanaan awal dari Pemprov Riau yang tidak matang, makanya sisa anggaran sangat besar. Sayangkan uang lebih Rp1 triliun tak terpakai, sementara kita selalu ribut kekurangan uang untuk membiayai pembangunan. Kita kecewa dengan banyaknya sisa anggran tahun ini, ini harus menjadi catatan bagi kita semua khususnya eksekutif,'' ujarnya. (nti)