
JEPARA – Stadion Gelora Bumi Kartini (GBK) akan menjadi arena pertarungan sengit antara PSPS Pekanbaru dan Persijap Jepara, Selasa (25/2/2025) malam. Kedua tim berjuang meraih tiket promosi ke Liga 1 dengan dukungan penuh dari suporter setia tuan rumah, Jetman dan Banaspati.
Bagi PSPS Pekanbaru, kesempatan menuju Liga 1 sudah di depan mata. Setelah melalui musim yang penuh tantangan, mereka hanya selangkah lagi menuju kasta tertinggi sepak bola Indonesia. Namun, bermain tandang selalu menjadi tantangan berat bagi tim berjuluk Askar Bertuah ini. Tanpa dukungan langsung suporter, kelelahan perjalanan, dan adaptasi dengan lapangan baru menjadi kendala tersendiri.
Catatan tandang PSPS musim ini juga kurang menguntungkan. Dari 8 laga tandang di fase reguler Liga 2, mereka hanya meraih 2 kemenangan, 3 imbang, dan 3 kekalahan. Sementara performa kandang mereka lebih solid, tak terkalahkan dalam 8 laga dengan 5 kemenangan dan 3 hasil imbang. Pertahanan mereka pun lebih kokoh di kandang, hanya kebobolan 3 kali, dibandingkan 16 kebobolan saat tandang.
Namun, PSPS memiliki keunggulan lain: produktivitas gol. Dari 8 laga tandang, mereka mampu mencetak 16 gol, lima gol lebih banyak dibandingkan saat bermain di kandang.
Pelatih PSPS, Aji Santoso, tetap optimistis menghadapi laga berat ini.
"Saya sangat senang kalau penonton penuh. Kita lebih bergairah," ujar Aji dalam konferensi pers, Senin (24/2/2025) petang.
Aji menegaskan bahwa para pemainnya sudah terbiasa menghadapi tekanan suporter lawan.
"Pemain-pemain saya sudah terbiasa bermain di laga tandang dengan banyak penonton dan kita bisa menang," tegasnya.
Namun, PSPS harus tampil tanpa Jhon Mena yang absen akibat akumulasi kartu. Kehilangan pemain yang telah mencetak 6 gol dan 4 assist dalam 18 pertandingan ini menjadi tantangan bagi tim dalam menembus pertahanan Persijap.
Sementara itu, Persijap Jepara tampil dengan kepercayaan diri tinggi. Sebagai tuan rumah, mereka memiliki catatan kandang yang solid dengan hanya satu kekalahan dari 8 laga, meraih 4 kemenangan dan 3 imbang. Mental mereka pun semakin kuat setelah menduduki peringkat kedua di fase play-off, hanya kalah selisih gol dari Bhayangkara FC.
Pelatih Persijap, Widodo Cahyono Putro, menunjukkan keyakinan luar biasa terhadap timnya.
"Saya yakin 2000 persen (menang). Kita enggak akan mundur. Kalau kita hanya 70 persen, kita enggak usah main di sini," ujar Widodo.
Pertandingan ini diprediksi akan berlangsung sengit, dengan kedua tim mengerahkan segala kemampuan demi mengamankan tempat di Liga 1. ***