RENGAT, GORIAU.COM - Sepertinya tidak ada jeranya perampok yang beraksi dalam wilayah Kabupaten Inhu. Walaupun sebelumnya  6 orang kawanan rampok bersenpi ditembak mati Satreskrim Polres Inhu di Desa Gumanti Kecamatan Peranap, namun Senin (26/11/2012) aksi perampokan kembali terulang di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) tepatnya di Bukit Dewa Desa Danau Rambai Kecamatan Batang Gansal, Inhu. Kali ini korbannya, M Pakpahan (42) warga Desa Danau Rambai Kecamatan Batang Gansal.

Korban sempat dilumpuhkan dengan tiga kali tembakan, dua kali di lipatan betis kaki kiri satu tembakan di pinggul kiri. Untung saja korban selamat dalam kejadian itu dan uang senilai lebih kurang Rp160 juta selamat dari perampok tersebut.Istri korban, br Simamora (40) ketika dikonfirmasi di ruang UGD RSUD Indrasari Rengat Senin (26/11/2012) mengatakan kejadian naas yang dialami suaminya terjadi sekitar pukul 11.00 Wib di Jalan Lintas Sumatera tepatnya di Bukit Dewi Desa Danau Rambai Kecamatan Batang Gansal. “Suami saya berencana pulang setelah mengambil uang di BNI cabang Belilas sejumlah lebih kurang Rp160 juta,” ujarnya.Berdasarkan keterangan korban yang juga sebagai penjual delivery order (DO) sawit daerah itu ketika akan pulang ke rumah dari BNI ada dua orang yang membuntutinya. Sebelumnya, korban saat melintas di Jalintas Timur (Jalintim) tidak merasa curiga dengan dua orang yang mengendarai sepeda motor Honda jenis Revo warna hitam.Sebab selama dalam perjalanan, keduanya terus berada dibelakang dan dari gelagatnya tidak mencurigakan. Namun ketika berada di simpang granit atau mau masuk Jalinsum, keduanya mulai mendekati korban.Ketika berada di TKP baru korban diserempet dan meminta korban berhenti. “Sebelumnya korban tidak mau berhenti tetapi salah seorang dari pelaku mengeluarkan senjata api,” ungkapnya.Saat itu pula, pelaku yang memaksa korban menyerahkan uang , terjadi perlawanan. Bahkan ketika ditembak dibagian kaki kiri, korban terus berupaya melawan dengan cara melemparkan batu kerah pelaku. Hingga tembakan ke dua kembali mengenai kaki kiri serta bagian pinggul korban.Dengan perlawanan itu pula, kedua pelaku mengurungkan niatnya untuk merampok korban. “Sebab, korban terus berteriak dan melakukan perlawanan hingga menjadi perhatian warga yang melintas,” tambahnya.Setelah kedua pelaku melarikan diri, korban masih sempat menelpon istrinya. “Dek, tutup la rumah. Saya ditembak oleh perampok, posisi saya di Bukit Dewi,” ujar istri korban menirukan isi percakapan di HP dengan suaminya.Korban yang sudah tergeletak dipinggir aspal  bersimbah darah, langsung dilarikan ke Puskesmas daerah terdekat. Kemudian, korban langsung di rujuk ke RSUD Indrasari Rengat.Dokter jaga UDG RSUD Indrasari Rengat, dr Chirstian Nopiandi ketika dikonfirmasi mengatakan tiga peluru masih bersarang di tubuh korban. “Korban masih dalam keadaan sadar dan untuk mengeluarkan peluru perlu operasi,” ujarnya.Diperkirakannya, dua perlu dibagian lipatan kaki kiri mengenai hingga tulang. Begitu juga dengan peluru yang bersarang di bagian pinggul mengenai kantong kemih. “Korban mengalami pendarahan saat buang air kecil, diperkirakan peluru menembus hingga kantong kemih,” jelasnya. (nti)