
TELUKKUANTAN – Sunarto Masyudi, pentolan PDIP Kuantan Singingi (Kuansing), Riau menyatakan lebih bagus kepengurusan zaman Arlimus dianding dengan zaman Halim. Saat PDIP dipegang oleh Arlimus, sering dilakukan rapat harian dan rapat koordinasi dengan pengurus dan kader.
"Saya pikir, lebih bagus zaman Arlimus lagi dari pada zaman Halim," ujar Masyudi, Ahad (7/9/2025) pagi di Telukkuantan, membandingkan dua pengurus DPC PDIP Kuansing.
Hal ini disampaikan Masyudi menyikapi gejolak yang terjadi di tubuh PDIP Kuansing. Menurutnya, wajar DPP menunjuk Satria Mandala Putra sebagai Plt Ketua DPC PDIP Kuansing, karena partai sudah lama vakum dan kantor tidak dapat difungsikan.
"Selama ini, kan partai hanya dikendalikan oleh Karyono seorang. Tidak ada rapat hatian dibuat, seolah kami pengurus ini tidak ada fungsinya," kata Masyudi, Ahad (7/9/2025) pagi di Telukkuantan.
Dia menyatakan banyak kader yang tidak suka dengan Karyono, buktinya tak ada satu pun PAC yang mengusulkan namanya untuk menjadi pengurus lagi. "Karyono tak ada apa-apanya."
"Sekarang berkoar-koar di media, kenapa tidak saat SK itu turun dipersoalkannya? Saya lihat, dia hanya memanfaatkan momen menjelang Konferda dan Konfercab saja untuk kepentingan pribadinya," beber Masyudi.
Masyudi juga menyampaikan keluh kesahnya selama Halim menjabat sebagai Ketua DPC PDIP Kuansing. Sebab, dirinya sebagai salah seorang pengurus merasa tidak pernah dianggap.
"Seolah-olah kami ini untuk pelengkap saja. Kata orang jawa, timun bungkuk, jogo imbuh tapi masuk karung juga," kata Masyudi.
Dengan telah ditunjuknya Satria Mandala Putra sebagai Plt Ketua DPC PDIP Kuansing, Masyudi mengimbau seluruh kader tetap tegak lurus mengikuti instruksi partai. "Jangan mau diadu domba karena kepentingan segelintir orang," katanya.***