
TEMBILAHAN- Data terakhir Dinas Kesehatan dan KPA (Komisi Penanggulangan Aids) mencatat, penderita HIV AIDS di Inhil telah berjumlah 150 orang, dimana dari angka itu 42 lainnya telah meninggal dunia. Sementara, 106 orang lainnya telah mengidap AIDS dan dua orang masih HIV.
''Data itu didapat dari 18 kecamatan yang ada di Inhil, sementara dua kecamatan lagi belum terjangkau oleh kita,'' sebut Kabid PMK Dinas Kesehatan Inhil, Saut Pakpahan, Rabu (11/5/2016).
Dari data itu, yang menempati posisi teratas dijelaskan Saut adalah IRT kemudian disusul karyawan swasta dan remaja.
Oleh karena itu, saat melakukan sosialisasi, sasaran utamanya dikatakan Saut adalah usia produktif dari 15 sampai 29 tahun, termasuk sosialisasi kepada remaja di sekolah.
''Untuk daerah hotspot yang berpotensi besar juga kita prioritaskan,'' lanjutnya.
Meskipun demikian, ia tidak memungkiri jika PNS juga ada yang terdeteksi mengidap HIV AIDS, baik itu PNS yang masih aktif maupun tidak.
Untuk itulah, ia mengingatkan agar selalu menghindari segala bentuk kegiatan yang berpotensi bisa tertular penyakit berbahaya itu.
Meskipun sosialisasi terus dilakukan, namun dikatakannya, kesadaran masyarakat sendiri sangat penting untuk menjauhi faktor-faktor yang berisiko.
''Penyakit ini belum ada obatnya, obat yang ada dari Bank Dunia itu hanya untuk mempertahankan kekebalan tubuh,'' sebutnya.
Selain itu, masyarakat juga diminta untuk melakukan pengecekan di layanan kesehatan yang memiliki ruang VCT, sehingga jika diketahui mengidap HIV bisa diberikan obat agar tidak bertambah parah hingga mengidap AIDS.
''Jika rutin mengkonsumsi obat, tidak akan sampai menjadi AIDS, namun it tadi, harus cepat diketahui. Maka dari itu, harus melakukan pengecekan status di tempat yang ada layanan VCT,'' tukas Saut.(*/ayu)