DUMAI, GORIAU.COM - Hari ini, Selasa (20/5/2014) Dinas Pendidikan Kota Dumai dan sekolah - sekolah penyelenggara Ujian Nasional (UN) mengumumkan hasil Ujian Nasional tingkat SMA sederajat. Berdasarkan hasil UN itu, sebanyak 5 (lima) peserta UN tingkat SMA sederajat di Dumai dinyatakantidak lulus UN.

Ketua Panitia UN Tingkat SMA Sederajat Kota Dumai Drs Misdiono menjelaskan, UN tingkat SMA sederajat diikuti 3.765 Siswa. Mereka berasal dari 1.236 siswa SMA Negeri, 663 siswa SMA Swasta, 149 siswa MA (Madrasah Aliyah) Negeri, 136 siswa MA swasta dan 1.026 siswa SMK Negeri serta 556 siswa SMK swasta. Dengan jumlah sekolah penyelenggara UN sebanyak 22 sekolah.

Menurut Misdiono, dari jumlah tersebut, 5 peserta UN tahun pelajaran 2013/2014 dinyatakan tidak lulus UN. Diantaranya satu siswa dari SMA PGRI, 2 siswa dari SMU N 4, satu siswa dari SMU N 5, dan satu siswa dari SMK N 3 Dumai.

''Dari data yang kita terima, ada 5 pelajar tingkat SMA tidak lulus UN. Diantaranya satu siswa dari SMA PGRI, 2 siswa dari SMU N 4, satu siswa dari SMUN 5, dan satu siswa dari SMKN 3 Dumai,'' jelasnya.

Yang jelas, kata Misdiono, pengumuman hasil ujian nasional tetap berdasarkan Petunjuk Operasional Standar Ujian Nasional (POS UN), dimana pengumuman kelulusan SMA sederajat diumumkan pada hari ini 20 Mei 2014. Sedangkan penetapan kelulusan siswa tahun ini sama dengan tahun lalu. Nilai kelulusannya ditentukan dengan cara penggabungan nilai akhir sekolah dan nilai UN.

''Nilai Ujian Sekolah memiliki bobot 40 persen yang diambil dari penggabungan nilai raport dan nilai ujian sekolah lalu diberi nama nilai akhir sekolah. Selanjutnya, nilai akhir sekolah digabungkan dengan nilai UN, nilai UN memiliki bobot 60 persen. Kedua bobot yang didapat siswa ini akan digabungkan sehingga didapat hasil yang disesuaikan dengan standar kelulusan yang telah ditetapkan,'' bebernya.

Terakhir, Misdiono menghimbau kepada para peserta didik dan juga orang tua siswa, agar dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi lagi guna meraih cita-cita di masa yang akan datang.

''Hal ini tentunya demi masa depan anak - anak kita. Karena, saat ini untuk mencari pekerjaan rata - rata perusahaan akan mencari tamatan minimal Sarjana (S1),'' pesan Misdiono. (akid)