DURI, GORIAU.COM - Bella Citra Aqidah saat ini berusia 16 tahun dan duduk dibangku kelas 2 jurusan IPA, SMA IT Mutiara Duri, memiliki kekurangan pada mata sebelah kanan dan telinganya. Dimana mata sebelah kanan Bella hanya mampu melihat sebanyak 10 persen. Juga kedua telinga Bella yang harus dibersihkan ke dokter THT setiap enam bulan sekali. Meskipun demikian, mampu ikut pertukaran pelajar di Amerika pada bulan Juni 2015 mendatang.

Bella meraih setumpuk prestasi sejak dirinya duduk dibangku Sekolah Dasar kelas 6. Meskipun saat Bella di kelas 6 kedua orang tua berpisah, ia tetap mengukir prestasi. Dibalik kesuksesannya, ia sempat frustasi karena orang tuanya berpisah. Frustasi itu, diluapkan bella dengan marah yang dituangkan dalam bentuk tulisan dibuku hariannya. Ia juga sempat mengenyam sekolah pesantren dan suka marah kepada guru.

"Titik awal saya bangkit pada saat masuk SMA, dimana saya mendapatkan penghargaan Malika, sebagai peserta terbaik saat ospek SMA. Apalagi bunda selalu memberikan semangat kepada Bella untuk terus mengukir prestasi. Banggain Bunda, ayah, nenek dan kakek. Menjadi anak broken home bukan alasan untuk tidak berprestasi," ungkap Bella, Rabu (29/4/2012) di acara Kompetisi Cerdas Cermat Chevron (KC3) usai menerima penghargaan Best Achievement Individual Category.

Prestasinya pun terus meroket, menjadi salah satu perwakilan Indonesia untuk pertukaran pelajar di negeri paman sam, menjadi kebanggan untuk Bella. Awalnya Ia mendapat informasi ada seleksi pertukaran pelajar ke 25 negara. Ia minta didaftarkan oleh sekolah dan mengikuti seleksi, dari 700 orang di Riau, Kepri, Jambi dan Sumbar. Seleksi nasional pun dijalaninya untuk mendapatkan beasiswa penuh dari ke 25 negara itu di Kemendikbut Jakarta.

"Saat wawancara di Jakarta yang wawancara Bella itu langsung Dubes Amerika untuk Indonesia. Seleksi International ternyata ada, dengan Organisasi Bina Antar Budaya atau AFS. Saya pun tetap ikut medical check up, meski memiliki kelainan mata dan telinga tidak mengganggu aktifitas. Ya karena tidak mengganggu tetap diikutkan pada seleksi International dan Alhamdulillah lolos," kata Bella dengan mata berkaca-kaca.

Bagi Bella, ada ungkapan kalimat, yaitu tidak ada bintang yang bisa bersinar tanpa kegelapan. Tanpa melalui suatu ujian kita tidak bisa dibilang orang yang kuat bertahan. Jangan jadikan batu sebagai halangan tapi jadikan batu sebagai pijakan untuk melompat lebih tinggi. Jangan membiarkan dunia memberi warna kepada diri kita, tetapi berilah warna kepada dunia.

Wahyu Linantari yang biasa dipanggil Yulin, Ibunda Bella mengungkapkan juga, kekurangan mata Bella sejak lahir. Mirisnya, kata dokter itu penyakit genetik, jadi penglihatannya hanya 10 persen. Lebih parah lagi, ada dokter mata di Jakarta pernah memvonis Bella buta pada mata sebelah kanan.

"Meskipun saya singel parent buat Bella, saya pun tetap gigih melakukan observasi untuk kesembuhan anak saya. Kedua telinga pun terganggu karena harus ke THT setiap 6 bulan sekali. Jadi singel parent tidak mudah, tapi saya tidak pernah melarang Bella untuk setiap kegiatan positif. Yang pasti Bella harus tahu konsekuensinya dari setiap tindakan yang dilakukannya," ujarnya.

Bagi Yulin, untuk menjadi orang tua, jadilah pendengar yang baik untuk anak-anak. Kita akan semakin solid, makin bersemangat.(ric)