DUMAI - Sebanyak 253 peserta yang mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di SMPN 2 Dumai, Riau. Dari jumlah peserta itu, dibagi tiga sesi. Hal itu dikarenakan keterbatasan jumlah komputer yang ada di sekolah ini. Dari 100 komputer yang digunakan, 85 komputer digunakan untuk satu sesi, sedangkan 15 komputer lainnya untuk cadangan.

"UNBK di sekolah ini kita bagi menjadi tiga sesi. Hal itu karena keterbatasan komputer yang kita miliki saat ini hanya 54 unit komputer. Untuk itu kita pun meminjam 46 komputer ke SMA yang juga laksanakan UNBK," ujar Kepala Sekolah SMPN 2 Dumai, Dra Hj Rosmawati Mpd.

Sementara itu pengakuan peserta UNBK SMPN 2 Dumai, Idi Amin mengatakan kepada GoRiau.com ujian menggunakan komputer lebih mudah, karena tidak banyak waktu untuk menghitamkan menggunakan pensil 2B.

"Untuk ujian manual, banyak waktu yang terbuang untuk mengisi lembar jawaban. Ujian ini kita tidak bisa mencontek dengan lainnya, karena soalnya saja sudah berbeda. Lebih enak UNBK," ujar Idi saat menunggu sesi kedua UNBK di SMPN 2 Dumai.

Ia juga mengatakan persiapan UNBK tahun ini tidak terlalu sulit. Karena sebelumnya sudah pernah ada try out. "Kita sudah membiasakan diri dengan ujian berbasis komputer. Jadi tidak terlalu menyulitkan. Semoga lancar dan saya bisa lulus," tutupnya menceritakan.***