
PEKANBARU - Akhirnya usulan hak angket yang sempat heboh terkait pembayaran hutang dana eskalasi oleh anggota DPRD Riau diumumkan secara resmi dalam Rapat Paripurna yang digelar, Kamis (9/6/2016).
Rapat ini dipimpin Wakil Ketua DPRD Riau Manahara Manurung dan dihadiri 38 anggota dewan bersama Plt Sekdaprov Riau M. Yafiz.
"Hak angket telah diumumkan dan akan ada mekanisme selanjutnya yang harus dilaksanakan," kata Manahara Manurung usai membuka rapat paripurna.
Hak Angket, lanjut Manahara, diatur dalam TataTertib (Tatib) DPRD Riau pasal 18 ayat 2, 3 dan 4. Segala persyaratan untuk dilakukan hak angket oleh pengusul sudah memenuhi persyaratan. ''Tinggal lagi tahap berikutnya yang berpedoman pada Tatib,'' jelas dia.
Setelah diumumkan, selanjutnya akan dilaksanakan rapat paripurna penyampaian Hak Angket dari pengusul. Kemudian, pandangan fraksi yang dilanjutkan dengan putusan akhir DPRD Riau terkait kelayakan Hak Angket ini untuk bisa dilanjutkan atau tidak.
"Hak Angket ini telah menjadi persoalan penting bagi sebagian besar anggota dewan sehingga perlu untuk ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku. Semua persyaratan telah disampaikan pengusul, dan sudah terpenuhi," lanjut dia.
Sementara itu, anggota Fraksi PKB Sugianto yang merupakan salah seorang pengusul Hak Angket mengakui, masih banyak mekanisme yang akan dilalui setelah ini diumumkan dalam paripurna. Pihaknya berharap, agar putusan akhir dewan tentang Hak Angket ini, bisa terlaksana secepatnya.
"Kami harap ending dari semua ini bisa diselesaikan secepatnya. Kita harap hak angket ini bisa disetujui seluruh anggota dewan nantinya. Ini persoalan uang rakyat yang digunakan untuk membayarkan hutang eskalasi," jelasnya.
Seperti diketahui, Hak Angket yang diusulkan pengusul berawal dari masuknya anggaran pembayaran hutang daerah pada APBD Perubahan 2015. Pada anggaran itu tidak pernah disetujui oleh Badan Anggaran. Ada 16 anggota dewan yang menjadi pengusul dari hak angket ini.
Sebelumnya rapat terkait pengajuan Hak Angket ini sempat diskor, manakala sidang yang baru berjalan beberapa menit mendapat intruksi dari beberapa anggota. Mereka mencerca pertanyaan terkait tak lengkapnya pimpinan sidang. (advertorial)