RENGAT, GORIAU.COM - Pengadaan kendaraan dinas atau operasional roda dua bagi Kepala Desa di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) kembali dianggarkan. Yang mana sebelumnya pengadaan kendaran roda dua atau motor tersebut sempat dotolak Komisi A DPRD Inhu pada saat pembahasan APBD Perubahan dengan Badan Pemberdayan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (Bapemaspemdes) Kabupaten Inhu.

Sebelumnya pengadan motor operasional Kades yang dianggarkan melalui Bapemaspemdes sempat kita tolak, karena spesifikasinya kita anggap tidak sesuai, sebab sebelumnya Satker tersebut menyampaikan anggaran untuk pembelian motor jenis trail sebanyak 8 unit, dengan harga per unitnya sekitar 24 juta rupiah.

Sehingga perencanan pembelian motor trail kita tolak, namun kita meminta mereka (Bapemaspemdes) untuk merobah jenis motor yang akan dibeli yang nantinya akan diperuntukan bagi Kades yang belum memiliki kendaraan operasionl, demikian diungkapkan anggota Komisi A DPRD Inhu Arifuddin Ahalik yang didampingi Hafizon Ramadhan SH dan Manahara Napitupilu, SH, Jumat (20/9/2013) dikantor DPRD Inhu.

Dikatakan Arifuddin, setelah dialihkan atau dirobah jenis motornya, Komisi A DPRD menyetujui pembelian motor jantan atau motor gede bukan jenis trail, sehinga pengadaan motor tersebut menjadi 10 unit dari 8 unit yang direncanakan sebelumnya. Itu artinya, kita bukan tidak menyetujui pembelian motor untuk Kades tersebut, melainkan sesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan.

"jika kita menyetujui pembelian motor jenis trail, maka yang akan mendapatkan motor itu hanya 8 orang Kades, setelah diganti jenisnya, harga motor trail dengan harga motor yang diganti tentu tidak sama, sehingga mampu membeli 10 unit motor", sebut Arifuddin yang diamini rekan satu komisinya itu.

Dengan demikian tambahnya, saya dan rekan-rekan sangat miris dengan pernyatan Kaban Bapemaspemdes tersebut, karena beliau sebelumnya menggembar-gemborkan dahwa DPRD mencoret pembeliam motor untuk Kades, sementara kita mengakomodir, namun tidak sama dengan yang mereka ajukan, sebab kita nilai pembelian motor trail untuk Kades adalah pemborosan anggaran.

Masih katanya, kita minta pihak Bapemaspemdes untuk dapat menginpetarisasi semua asset yang ada yang sudah diberikan kepada para Kades di Inhu, seperti halnya motor operasional yang lama seperti motor jenis Win 100, untuk APBD Perubahan tahun ini, Bapemaspemdes mengajukan penambhan anggaran sebesar 5,6 Milyar termasuk untuk Belanja Tidak Lansung (BTL), tandas politisi Air Molek tersebut. (Jef)