
SEIRING dengan pesatnya kemajuan teknologi dan ekspektasi masyarakat yang semakin tinggi, setiap Aparatur Sipil Negara (ASN) dituntut untuk mampu bekerja dengan lebih gesit, efisien, efektif, kreatif, produktif, dan inovatif. Tuntutan tersebut tidak lepas dari semakin kompleksnya masalah yang dihadapi, luasnya lingkup tugas pemerintahan, dan cepatnya perubahan yang sulit diprediksi.
Meningkatnya beban tugas kerja ASN akan berpengaruh pada bertambahnya tekanan kerja, kelelahan kerja (burnout), dan risiko stres yang akan terjadi. Apabila kondisi ini tidak dikendalikan, maka otomatis akan berdampak pada menurunnya kinerja ASN. Salah satu upaya efektif untuk mengendalikan kondisi tersebut adalah dengan menerapkan work life balance yaitu menjaga keseimbangan antara tuntutan pekerjaan dengan kehidupan pribadi.ASN yang berkedudukan sebagai unsur aparatur negara dengan fungsi sebagai pelaksana kebijakan publik, pelayan publik, serta perekat dan pemersatu bangsa, memiliki tugas dan tanggung jawab yang tidak mudah. Setiap ASN berkewajiban untuk terus menerus melaksanakan tugas dengan hasil terbaik. Harapan ini mengharuskan ASN untuk bisa bekerja dengan menampilkan versi terbaik dari dirinya. Ini jugalah yang menjadi alasan pentingnya ASN perlu menerapkan work life balance dalam kehidupannya.
Konsep work life balance sebenarnya bukanlah hal yang baru. Mengutip dari beberapa literatur, istilah work life balance di era modern sudah dikenal sejak akhir tahun 1970-an. Esensi dari konsep ini adalah menjadikan pekerjaan sebagai bagian penting dari kehidupan, namun bukan menjadikannya segalanya dari kehidupan. Melaksanakan tugas kerja itu adalah salah satu kewajiban hidup dari seseorang, namun hidup seseorang itu bukan hanya untuk melaksanakan tugas kerja semata, karena ada kewajiban lainnya yang perlu dilakukan dalam kapasitasnya sebagai individu dan makhluk sosial.
Berikut beberapa strategi yang dapat dilakukan oleh ASN dalam menerapkan work life balance. Pertama, menetapkan prioritas tugas kerja. Tidak semua pekerjaan dapat diselesaikan dalam waktu bersamaan. Lakukan identifikasi dan kerjakan lebih awal tugas kerja berdasarkan tingkat urgensinya, dengan memperhatikan deadline, risiko, ketersediaan sumber daya, dan dampaknya. Cara ini akan meningkatkan efisiensi dan efektivitas kerja ASN, serta dapat menghindari stres akibat pekerjaan yang menumpuk.
Kedua, bangun komunikasi yang harmonis dan sinergis dengan rekan kerja, keluarga, dan semua pihak yang menjadi bagian penting dalam karier dan hidup kita. Melalui penerapan strategi komunikasi ini akan terwujud saling pengertian (mutual understanding) dan saling mendukung (mutual support) dalam akselerasi penyelesaian tugas kerja. Sederhananya, banyak pekerjaan yang dapat diselesaikan dengan cepat dan tepat karena adanya komunikasi yang baik, namun tidak sedikit pula tugas kerja menjadi lambat dan gagal karena komunikasi yang buruk.
Strategi ketiga, adalah pandai memanajemen waktu. Semua orang punya waktu 24 jam dalam sehari dan tujuh hari dalam seminggu, namun tidak semua orang bisa mengelola dan memanfaatkan waktu dengan bijak dan efektif. Sering kita mendengar alasan seseorang tidak bisa menyelesaikan tugas kerjanya karena waktu yang sedikit dan terbatas, namun ada juga kita temukan seseorang yang bisa menyelesaikan tugas kerjanya dengan cepat dengan memiliki produktivitas kerja yang tinggi.
Manajemen waktu menuntut kedisiplinan, komitmen, dan konsistensi. Tanpa itu semua mustahil manajemen waktu dapat diterapkan. Membagi waktu yang proporsional antara tugas kerja dan kehidupan pribadi adalah salah satu kunci keberhasilan penerapan work life balance. Ada waktunya bekerja, ada pula waktunya beristirahat. Ada waktunya di kantor, ada pula waktunya di rumah dan hadir dalam kehidupan bermasyarakat. Keseimbangan ini akan membantu ASN untuk bisa bekerja lebih fokus serta menempatkan diri pada waktu dan tempat yang tepat.
Keempat, menjaga kesehatan fisik. Tubuh yang bugar adalah syarat penting agar bisa bekerja dengan optimal. Kondisi fisik yang sakit, lemah, dan tidak prima akan berdampak pada menurunnya performa kerja. Menjaga kesehatan fisik dapat dilakukan dengan berolahraga teratur, menjaga pola makan, dan cukup istirahat yang disesuaikan dengan kondisi kesehatan masing-masing. Kondisi fisik yang sehat dan bugar membuat daya tahan ASN menjadi lebih baik dalam mengatasi kelelahan dalam bekerja, sekaligus sebagai investasi masa depan untuk meningkatkan kinerja dan kualitas hidup.
Strategi berikutnya adalah menjaga kesehatan mental. Upaya ini sangat penting untuk menjaga kondisi psikologis dan emosi yang stabil, sehingga ASN tidak mudah panik dan stres dalam menghadapi beban kerja yang berat. Menjaga kesehatan mental dapat dilakukan dengan senantiasa mendekatkan diri kepada Tuhan dan beribadah sesuai dengan keyakinan. Cara lainnya adalah dengan berpikir positif dan tidak berprasangka buruk terhadap orang lain. Pilihlan lingkungan pergaulan yang baik agar kesehatan mental tidak rusak dan bisa menjalani hidup dengan lebih senang dan tenang.
Strategi kelima yaitu manfaatkan teknologi dengan bijak dan optimal. Tuntutan pekerjaan di era digital mengharuskan setiap ASN untuk mampu beradaptasi dengan lajunya kemajuan teknologi. ASN yang tidak mampu beradaptasi akan mengalami banyak hambatan signifikan dalam pelaksanaan tugas kerjanya. Sebaliknya, ASN yang mampu bekerja dengan teknologi akan lebih mudah dan cepat dalam menyelesaikan pekerjaan yang ditugaskan kepadanya. Jangan malu untuk bertanya, dan jangan ada kata terlambat untuk mulai belajar teknologi. Manfaatkan juga sumber pembelajaran daring yang tersedia di berbagai media sosial untuk bisa belajar secara mandiri.
Beberapa strategi yang telah dikemukakan tadi diharapkan menjadi alternatif dalam menerapkan work life balance bagi ASN. Adanya keseimbangan antara tugas kerja dan kehidupan pribadi ASN akan memberikan energi yang kuat dalam meningkatkan kinerjanya. Seorang ASN yang memiliki kehidupan pribadi yang bahagia akan memudahkannya dalam menjaga motivasi, daya tahan, dan fokus kerja yang lebih baik. Bekerjalah dengan cerdas dan nikmati hidup dengan bijak. Jadilah ASN yang berkinerja tinggi dan miliki kehidupan yang menyenangkan, bermartabat, dan bermanfaat. ***
Dr. H. Biryanto adalah Widyaiswara BPSDM Provinsi Riau - Maheswara