BANGKINANG, GORIAU.COM - Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Galang Aksi (Galaksi) Kabupaten Kampar akhirnya membawa dua kakak beradik yang diduga terkena penyakit kaki gajah (Filariasis) ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bangkinang, Selasa (6/11/2012) dari kediaman di Desa Silam, Kecamatan Kuok, Kabupaten Kampar.

Mahasiswa yang bergabung dalam LSM Galaksi setelah mendengar ada penderita penyakit kaki gajah di Desa Silam, langsung turun ke lapangan. Senin (5/11/2012). Mereka turun untuk melihat secara langsung derita yang dialami kedua kakak beradik itu.

Dan Selasa (6/11/2012), LSM Galaksi dibantu tokoh pemuda Kabupaten Kampar Irfan Gondrong, Selasa pagi, (6/11/2012) pukul 09:.30 menjemput penderita filariasis bernama Ramlah yang kini sudah berumur 100 tahun dan adiknya Hindun (80 tahun) yang sama-sama menderita penyakit yang dalam bahasa kampungnya itu sering disebut istilah ''untuik''.

Kondisinya sudah memprihatinkan karena sudah tidak bisa berjalan dan harus dipapah saat masuk ke dalam mobil. Sesampainya di Unit Gawat Darurat (UGD) RSUD Bangkinang. Ramlah dan Hindun langsung diperiksa.

Direktur Utama (Dirut) RSUD Bangkinang dr Wira didampingi Kepala Tata Usaha Nurkholis melihat langsung kedua penderita penyakit gajah yang diperiksa oleh petugas pelayanan UGD RSUD Bangkinang.

Disela-sela itu, Kepala TU RSUD Bangkinang Nurkholis yang mendampingi Dirut ketika dimintai komentar seputar pelayanan dan penanganan penyakit kaki gajah mengungkapkan bahwa kondisi penderita sudah lanjut dan tidak memungkinkan lagi untuk dilakukan operasi.

''Kondisinya sudah parah, kalau dilakukan operasi terkendala faktor umur yang sudah tua. Kita berikan penanganan yang cepat dulu agar penyakitnya tidak menyebar ke tempat lainnya,'' ungkapnya.

''Obat tersebut dapat mencegah penularan penyakit dan membatasi ruang gerak penyebar ke daerah tubuh lainnya,'' tuturnya.

Muhammad Dani mahasiswa yang aktif di LSM Galaksi mengaku kecewa dengan penanganan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar. Pasalnya setelah ia dan rekan-rekannya turun ke tempat penderita dan langsung membawa ke RSUD Bangkinang barulah Diskes Kampar bersiap-siap turun untuk mengecek penderita.

''Ketika kita sudah turun, baru mereka akan turun. Saya sampaikan saja, penderita sudah saya bawa menuju RSUD Bangkinang,'' kecam mahasiswa yang menimba ilmu Hukum di Medan ini.

Dani mengharapkan kepada dinas terkait lebih serius dalam menangani kasus penyakit gajah di wilayah Kabupaten Kampar. Apalagi sudah ada programnya oleh dinas terkait.

Sekretaris LSM Galaksi ini, juga meminta agar segera dilaksanakan program penanganan penyakit kaki gajah di Kabupaten Kampar, sebelum penyakit itu menular ke yang lainnya.

''Sekali lagi saya tegaskan dinas terkait harus lebih inten dalam menangani kasus kaki gajah. Jangan ketika kami menanganinya, dinas baru sibuk kocar kacir menangani kasus tersebut," sindirnya.

Dani dibantu rekan-rekannya dari mahasiswa maupun mantan mahasiswa diantaranya Hasbi, Dedi Osri, M Al Hafiz, Oki Armi Pratama dan didukung oleh tokoh pemuda Kampar Irfan Gondrong bersusah payah untuk membujuk Ramlah dan Hindun agar mau diobati, karena mereka tidak punya biaya.

Oki Armi Pratama yang alumni mahasiswa di jurusan kesehatan di Yayasan STIKES Tuanku Tambusai Bangkinang saat dimintai tanggapan menyampaikan dengan lugas, penderita penyakit kaki gajah tidak bisa dipandang remeh dan dibiarkan begitu saja. (rif)