
KAMPAR – Harapan keluarga untuk melihat Cepi (30) kembali dengan selamat akhirnya pupus. Pemuda asal Bandung tersebut ditemukan dalam kondisi meninggal dunia usai terseret arus Sungai Kampar di Desa Muara Jalai, Kecamatan Kampar Utara, Kabupaten Kampar. Penemuan memilukan ini sekaligus mengakhiri operasi pencarian intensif yang menguras tenaga dan emosi selama dua hari terakhir.
Jasad korban terlihat mengapung di sekitar area keramba ikan milik warga pada titik koordinat 0°22'34"N - 101°05'45"E, Senin (8/6/2026) sekitar pukul 17.49 WIB. Titik penemuan ini berjarak 3,5 kilometer dari lokasi awal hilangnya korban. Petugas bergegas mengevakuasi tubuh korban menggunakan ambulans menuju RSUD Bangkinang untuk penanganan lebih lanjut sebelum diserahkan kembali kepada pihak keluarga yang tengah berduka.
Insiden nahas ini bermula saat korban dilaporkan tenggelam, memicu respons cepat dari tim penyelamat. Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Pekanbaru langsung memberangkatkan tujuh personel rescuemenempuh jarak 43,74 kilometer menuju titik awal kejadian di koordinat 0°22'50.16"N - 101°04'7.24"E, Minggu (7/6/2026).
Memasuki hari kedua pencarian, petugas menggelar evaluasi dan taktik penyisiran secara maksimal. Tim memetakan pola pencarian paralel menyusuri aliran air sejauh tiga kilometer ke arah hilir demi menemukan keberadaan korban. Kolaborasi berbagai elemen di lapangan terbukti mempercepat proses penyisiran di tengah kondisi perairan yang cukup luas.
"Terima kasih kepada seluruh unsur SAR Gabungan yang telah bersinergi dan bekerja maksimal selama operasi pencarian berlangsung. Semoga kerja sama yang baik ini terus terjalin dalam setiap pelaksanaan operasi kemanusiaan ke depan," tutur Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Pekanbaru, Budi Cahyadi.
Menyusul ditemukannya korban, operasi tanggap darurat kondisi membahayakan manusia ini resmi diusulkan untuk ditutup. Seluruh personel gabungan yang terlibat telah ditarik dan dikembalikan ke kesatuan masing-masing. ***