
PEKANBARU - Pemerintah Provinsi Riau menyiapkan langkah strategis untuk menghidupkan kembali fungsi Stadion Utama Riau sebagai pusat kegiatan olahraga masyarakat. Upaya pembenahan kawasan secara menyeluruh dilakukan agar fasilitas publik ini lebih aman dan nyaman digunakan oleh warga.
Pelaksana Tugas Gubernur Riau, SF Hariyanto, memaparkan bahwa stadion bersejarah tersebut perlahan dibenahi setelah beberapa tahun terakhir kurang dimanfaatkan. Salah satu prioritas perbaikan mencakup pembangunan pagar di sekeliling kompleks meniru standar keamanan kawasan Gelora Bung Karno Jakarta.


"Nanti KONI dan cabor-cabornya juga akan berkantor di sini. Makanya ini perlahan dibenahi, nanti kita pagar semua seperti di GBK. Masyarakat yang nanti mau olahraga, lari malam hari pun aman kalau sudah dipagar," ujar SF Hariyanto di sela kegiatan penanaman pohon di kawasan stadion, Sabtu (6/6/2026).

Keberadaan pagar beserta sistem pengelolaan kawasan yang tepat diyakini mampu meningkatkan tingkat keamanan masyarakat saat beraktivitas. Ia memastikan tahapan revitalisasi berjalan secara bertahap seiring tekad kuat pemerintah untuk menghidupkan kembali kompleks olahraga tersebut.



"Insya Allah stadion ini akan segera kita fungsikan kembali," tambahnya.
Langkah perbaikan fisik ini merupakan bentuk nyata untuk mengembalikan muruah ikon daerah yang rampung dibangun tahun 2009 dengan kapasitas 44.000 penonton. Bangunan kebanggaan masyarakat tersebut sebelumnya pernah sukses menjadi venue sentral pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII 2012 serta Kualifikasi Kejuaraan Asian Football Confederation (AFC) U-22 tahun 2013.


Guna memacu keramaian, Hariyanto telah meminta Komite Olahraga Nasional Indonesia Riau bersama 64 cabang olahraga untuk segera berkantor dan menjalankan program pembinaan atlet di bangunan tersebut. Kehadiran berbagai organisasi olahraga ini diharapkan menjadi motor penggerak utama agar denyut nadi kawasan kembali aktif melayani publik.

