PEKANBARU – DPRD Kota Pekanbaru menilai persoalan kekurangan daya tampung sekolah menengah pertama (SMP) negeri yang mencapai ribuan kursi harus segera diatasi melalui langkah jangka pendek maupun jangka panjang.

Wakil Ketua Komisi III DPRD Pekanbaru, Tekad Abidin, mengatakan kapasitas SMP negeri yang ada saat ini memang belum sebanding dengan jumlah lulusan sekolah dasar (SD) di Kota Pekanbaru.

"Memang sangat kurang kalau mengikuti ketentuan jumlah kursi per kelasnya," kata Tekad kepada GoRiau.com, Sabtu (6/6/2026).

Menurut Tekad, solusi jangka panjang yang perlu dilakukan Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru adalah menambah ruang kelas dan membangun Unit Sekolah Baru (USB) secara bertahap untuk mengejar kebutuhan layanan pendidikan yang terus meningkat setiap tahunnya.

"Solusi jangka panjang tentunya penambahan kelas dan USB di Kota Pekanbaru secara bertahap," ujarnya.

Sementara untuk jangka pendek, Tekad meminta Pemko Pekanbaru berkoordinasi dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah agar kebijakan jumlah siswa dalam satu rombongan belajar dapat disesuaikan dengan kondisi daerah.

Selain itu, ia mendorong adanya kerja sama yang lebih optimal dengan sekolah swasta untuk menampung siswa yang tidak tertampung di sekolah negeri.

"Untuk jangka pendeknya, Pemko harus berkoordinasi sama kementerian agar jumlah siswa per kelas dapat disesuaikan dan bekerja sama dengan sekolah-sekolah swasta tanpa membebani lagi biaya ke orang tua siswa," katanya.

Sebelumnya, Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar mengungkapkan terdapat selisih sekitar 6.000 siswa antara jumlah lulusan SD dan kapasitas penerimaan SMP negeri di Kota Pekanbaru pada tahun ajaran 2026/2027.

Menurut Markarius, kondisi tersebut menjadi pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan agar tidak ada anak usia sekolah yang kehilangan akses pendidikan akibat keterbatasan daya tampung sekolah negeri.

Pemko Pekanbaru saat ini tengah menyiapkan skema kerja sama dengan sekolah swasta untuk menampung siswa yang tidak diterima di SMP negeri. Pemerintah juga berencana memberikan bantuan pembiayaan bagi siswa dari keluarga kurang mampu yang melanjutkan pendidikan di sekolah swasta.

"Kita ingin memastikan jangan ada anak-anak kita yang tidak sekolah," kata Markarius.

Ia menyebut sekitar 31 SMP swasta di Pekanbaru telah menyatakan kesiapan untuk membantu menampung siswa yang tidak tertampung di sekolah negeri. Namun demikian, pemerintah masih memperkirakan terdapat sekitar 4.000 kuota yang perlu dicarikan solusi tambahan.

Di sisi lain, Pemko Pekanbaru juga tengah mempersiapkan pembangunan Unit Sekolah Baru melalui program Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) yang telah memperoleh persetujuan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. ***