
SIAK - Pemerintah Kabupaten Siak mendorong lembaga pendidikan anak usia dini untuk memperluas jangkauan kurikulum mereka. Wakil Bupati Siak, Syamsurizal secara terang-terangan meminta agar taman kanak-kanak tidak hanya berfokus pada penguatan ilmu keagamaan, melainkan juga harus membekali siswa dengan keterampilan bahasa dan kecakapan dasar lainnya.
Pernyataan tegas ini meluncur saat pimpinan daerah tersebut menghadiri prosesi khataman Al-Qur’an dan akhirussanah PAUD Sains Tahfizh Islamic Center Madinatul Ulum, Sabtu (6/6/2026). Ia memandang persaingan dunia pendidikan di masa depan membutuhkan kesiapan mental dan keterampilan kognitif yang komprehensif sejak dini.
"Kami mendorong pengembangan pendidikan yang berkualitas, sehingga anak mampu bersaing baik di lingkungan sekolahnya, juga di luar," urai Syamsurizal di hadapan ratusan orang tua wali murid yang memadati SD Sains Tahfizh Islamic Center Siak.
Meski menuntut adanya peningkatan mutu secara akademis dan linguistik, Syamsurizal tetap menaruh rasa kagum terhadap pencapaian lembaga tersebut. Ia menilai program pembiasaan menghafal kitab suci di usia yang sangat belia merupakan sebuah keunggulan kompetitif yang sulit ditemukan di sekolah umum.
Keberhasilan mencetak generasi penghafal Al-Qur’an di tingkat PAUD ini tidak lepas dari sinergi yang terbangun kuat. Syamsurizal mengakui bahwa pondasi karakter religius anak bermula dari pengawasan di rumah serta bimbingan intensif dari tenaga pendidik di sekolah.
"Selamat dan tahniah kepada seluruh anak-anak yang telah mengikuti khataman Al-Qur’an dan akhirussanah hari ini. Islamic Center memiliki keunggulan di bidang tahfiz Al-Qur’an, terlihat dari anak-anak yang sudah dibiasakan menghafal usia dini, tentu ini berkat peran guru dan orang tua," paparnya memberikan apresiasi.
Pemerintah daerah berkomitmen penuh untuk mendukung setiap terobosan lembaga pendidikan yang berani keluar dari zona nyaman. Pembentukan karakter Qurani yang dipadukan dengan kecerdasan bahasa diyakini akan melahirkan generasi emas Siak yang siap menembus kancah pendidikan global di masa mendatang. ***