
PEKANBARU - Pemerintah Kota Pekanbaru tengah merampungkan berbagai persiapan menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-242 yang jatuh 23 Juni 2026 mendatang. Beragam agenda menarik mulai dirancang untuk memeriahkan perayaan hari jadi ibu kota Provinsi Riau tersebut, salah satunya menghadirkan sajian kue talam durian sepanjang satu kilometer.
Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, menyebutkan bahwa perayaan tahun ini akan menyuguhkan banyak hal berbeda dibandingkan sebelumnya. Hal paling menonjol adalah komitmen pemerintah daerah untuk menggelar festival kuliner raksasa tersebut tanpa menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sama sekali, melainkan murni dari partisipasi para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) lokal.
"Bayangkan saja untuk 20 sentimeter kue talam durian ini butuh satu loyang adonan. Jadi berapa loyang adonan untuk satu kilometer? Alhamdulillahnya ini merupakan partisipasi masyarakat UMKM," ujar Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, Jumat (22/5/2026).
Ribuan potong jajanan khas tradisional tersebut nantinya akan dibentangkan dan dibagikan secara gratis kepada warga yang memadati area car free day (CFD) Pekanbaru. Selain menjadi ajang unjuk gigi kelezatan kuliner lokal, kegiatan membentangkan kue sepanjang satu kilometer ini dijadwalkan akan dicatat secara resmi untuk memecahkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (Muri).
"Sudah banyak masyarakat UMKM yang berpartisipasi dalam festival ini. Yang masih berminat bergabung, silakan langsung daftar ke panitia ya. Boleh menyertakan nama usahanya. Nanti akan kami publish," tambahnya.
Di luar kemeriahan festival kuliner, panitia penyelenggara juga sedang mematangkan sejumlah agenda lain yang menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung. Pemerintah kota memastikan akan menyiapkan kado spesial yang berisikan berbagai kebijakan strategis demi memberikan kemudahan dan dampak positif yang luas bagi publik.
Melihat rekam jejak peringatan tahun sebelumnya, pemerintah kota juga menerapkan sejumlah kebijakan yang langsung dirasakan manfaatnya oleh warga. Beberapa program tersebut meliputi penggratisan retribusi parkir kendaraan di area publik seperti pusat perbelanjaan, pasar, dan rumah sakit, hingga akses layanan naik Bus Trans Metro Pekanbaru tanpa pungutan biaya.***