
KAMPAR – Warga dan pedagang kecil di kawasan Pasir Putih, Kabupaten Kampar, mengeluhkan pemadaman listrik yang terjadi secara mendadak. Aliran listrik terputus Sabtu (23/5/2026) sekitar pukul 16.30 WIB tanpa ada pemberitahuan sebelumnya dari penyedia layanan sehingga mengancam kelangsungan usaha mikro dan persediaan bahan pokok masyarakat.
Keresahan karena ada resiko kerusakan bahan makanan yang tersimpan di lemari pendingin. Warga Pasir Putih, Rahmi, merasa kecewa dengan insiden pemadaman yang terjadi secara tiba-tiba tersebut. Kekhawatiran muncul karena bahan pokok harian sangat bergantung pada suhu dingin agar tetap segar.
"PLN mematikan listrik tanpa pemberitahuan. Apa tidak terpikir stok bahan pokok kami di kulkas seperti ikan, cabai, sayur, dan bahan lainnya bisa rusak," ungkapnya kepada GoRiau.com, Sabtu (23/5/2026).
Dampak serupa juga memukul sektor usaha mikro di wilayah tersebut. Fasilitas penyimpanan seperti kulkas dan alat pendingin tidak bisa beroperasi. Kondisi ini membuat para pelaku usaha kecil waswas barang dagangan mereka akan basi atau tidak layak jual.
Pedagang di kawasan Pasir Putih, Mardiati, menyesalkan ketiadaan informasi awal mengenai pemadaman listrik ini. Menurutnya, kerugian materi sudah di depan mata jika listrik tak kunjung menyala.
"Kalau mati lampu ini lama, apakah PLN tahu kerugian kami? Es kristal, bakso, sosis, dan kentang bisa rusak semua," keluhnya.
Pihak pedagang kecil menjadi kelompok yang menanggung beban paling berat saat aliran energi terhenti. Mereka sangat bergantung pada kelancaran pasokan listrik untuk menjaga kualitas produk yang dijajakan setiap hari.
"Kami para pedagang kecil ini sangat dirugikan. Kami harap mati lampu ini tidak lama, sebab kalau berjam-jam tentu sangat merugikan kami," tambahnya.
Masyarakat berharap penyedia layanan listrik selalu memberikan pengumuman resmi sebelum memutus aliran. Informasi yang transparan dinilai sangat penting agar warga maupun pelaku usaha sempat melakukan langkah antisipasi demi menekan angka kerugian materi. ***