DURI - Perjalanan pembangunan waterpark milik Labersa Grup dilahan seluas 4,75 hektare di Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau, tersandung izin lingkungan. Labersa Grup memberi nama Waterpark Haratio, ditambah kolam renang olympic standar International.

"Dokumen pengurusan izin lingkungnya sudah masuk dan masih dalam proses pengurusan. Dalam waktu dekat ini pihak waterpark akan melakukan presentasi lagi, hingga kelengkapan dokumen selesai dan izin lingkungannya keluar," ujar Kepala BLH (Badan Lingkungan Hidup) Kabupaten Bengkalis, Arman AA saat dikonfirmasi GoRiau.com, Rabu (6/1/2016) siang.

Ditempat terpisah, Kuasa Hukum Waterpark Haratio, Marnalom Hutahaean menjelaskan, sudah beberapa pekan terakhir ini pembangunan waterpark di Kelurahan Air Jamban, dihentikan sementara.

"Pembangunan kita hentikan, karena izin lingkungan dari Pemkab Bengkalis belum keluar. Pemkab Bengkalis meminta pada kami, setelah izinnya keluar, baru dilanjutkan lagi pembangunannya," ulasnya.

Menurut Marnalom, lambannya izin lingkungan keluar membuat warga di Mandau kecewa. Pasalnya, waterpark Haratio merupakan icon wisata yang sangat dinantikan oleh warga sekitar Kecamatan Mandau.

"Kita belum bisa pastikan kapan pembangunan dilanjutkan. Warga pun sudah banyak yang mempertanyakan Waterpark Haratio kapan siapnya. Arahan dari HW Hutahaean, pembangunan dilanjutkan setelah izin lingkungan lengkap keluar," tutup Marnalom menjelaskan.***