PEKANBARU - Kebakaran hanguskan sebagian balon (membran) gas milik Pembangkit Listrik Bio Gas (PLTBG) di Rantau Sakti, Kecamatan Tambusai Utara, Kabupaten Rohul, Provinsi Riau. Meski tidak ada korban jiwa, pasokan listrik sementara ini terganggu, dan PLTG merugi Rp500 juta.

Menurut informasi yang dirangkum dari kepolisian, api baru bisa padam setelah petugas dua jam berjibaku menetralisir supaya kebakaran tidak meluas, tepatnya hingga Selasa (6/9/2016) malam tadi pukul 20.00 WIB. Polisi memastikan tidak ada korban.

Hasil penyelidikan sementara, asal muasal kebakaran diduga dipicu dari kegiatan perbaikan dari balon penampung gas yang sobek. "Saat dilakukan penempelan tiba-tiba muncul api dari alatnya," kata Kabid Humas Polda Riau, AKBP Guntur Aryo Tejo.

Sontak saja pekerja (perbaikan, red) menyelamatkan diri, termasuk pekerja lainnya yang ada di sana. Mereka mengevakuasi diri ke perkebunan sawit, tak jauh dari area PLTBG. Sementara api terus meluas membakar balon penampung gas ini.

Kobaran api juga sempat memicu ledakan besar hingga membakar hangus sebagian balon (membran). Menurut penuturan warga setempat kepada polisi, ledakan ini sempat menimbulkan api besar hingga radius 30 meter dengan durasi singkat.

"Kita sedang menyelidikinya, sejak pagi tadi anggota sudah di sana, termasuk meminta keterangan saksi-saksi," singkat Guntur. Akibat peristiwa ini, pasokan listrik pun sementara terganggu. ***