PANGKALAN KERINCI, GORIAU.COM - Hujan dengan intensitas yang cukup tinggi dalam dua pekan terakhir ini membuat sejumlah akses jalan di Kabupaten Pelalawan berlumpur dan susah dilewati kendaraan. Termasuk akses jalan yang kondisinya sangat parah yakni jalan antara Desa Sungai Ara dan Desa Merbau Kecamatan Pelalawan sepanjang 8,5 kilometer.

Kondisi jalan yang berlubang ditambah pada musim hujan ini membuat kendaraan susah melintas. Khususnya untuk kendaraan roda empat dan truk, bahkan banyak yang masuk ke lubang dan terpuruk.

"Kondisinya sudah sangat parah, hal ini bisa lihat sendiri, jalan penuh lubang dan banyak kendaraan terpuruk. Padahal jalan ini adalah akses jalan warga untuk memasuki jalan Lintas Bono atau jalan menuju Ibukota .Tapi luar biasa parah kondisinya. Selama ini kalaupun mobil bisa lewat karena masyarakat desa memberi gambang kayu pada titik rawan untuk masuk ke Kampung Sungai Ara," kata seorang warga Sungai Ara, Adep Riady, Minggu (5/5/2013).

Adep mengatakan bahwa kerusakan jalan yang parah ini akibat proyek pembangunan jalan di Pangkalan Terap. Pasalnya, banyaknya truk–truk proyek pengangkat material yang bertonase berat yang melintas di jalan ini.

"Memang di sisi kiri-kanan jalan ini kebun sawit warga dan banyak truk-truk pribadi warga yang mengangkut sawit yang melintas jalan ini.Tapi menurut saya memang kondisinya sudah parah apalagi saat pembangunan jalan di Pangkalan Terap semakin menambah jalan ini rusak parah," ujarnya.

Karena itu, sambungnya, dirinya berharap Pemerintah Daerah Kabupaten Pelalawan agar bisa membangun jalan ini sesegera mungin. Apalagi jalan ini merupakan akses satu-satunya bagi warga untuk menuju Jalan Keluar dari desa ke Ibukota. Ditambah sekarang musim hujan yang mengakibatkan jalan sangat becek dan berlubang.

"Kami memang mendengar informasi dari salah anggota Dewan bahwa pembangunan jalan pada tahun ini akan dimulai meski hanya separuhnya dulu. Namun kami berharap kepada Pemda agar jalan ini dapat segera dibangun tuntas." "Ini akses warga bagaimana warga bisa keluar dengan aktifitas perekonomian mereka kalau jalan penghubung atau jalan satu–satunya ini rusak parah. Kondisi jalan yang paling parah yakni pada jarak 300 meter menuju Sungai Ara," ujar warga lainnya.(ilm)