
PEKANBARU - Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Pekanbaru, Alek Kurniawan, SP, M.Si, menghadiri dan berpartisipasi dalam Forum Group Discussion (FGD) bersama Bank Indonesia, membahas Pendalaman Kinerja Fiskal tahun 2022 dan prospek pendapatan daerah tahun 2023 di Gedung Bank Indonesia Kantor Perwakilan Provinsi Riau. Kegiatan ini dipimpin oleh Maria Cahyaningtyas, Deputi Kepala Bank Indonesia kantor Perwakilan Provinsi Riau.
Dalam kegiatan tersebut, Alek Kurniawan menyampaikan bahwa realisasi pendapatan daerah tahun 2022 mencapai 92,15%, dengan Pendapatan Asli Daerah (PAD) berkontribusi 33,85%. "Realisasi Pendapatan Daerah tahun 2022 sebesar 92,15%, dari PAD berkontribusi 33,85%. Untuk PAD sendiri, Pajak Daerah telah berkontribusi hampir di angka 92,6% terhadap PAD," ujar Kurniawan.
Untuk tahun 2023, Bapenda menargetkan PAD berkontribusi sebesar 35,62% dari total pendapatan daerah yang ditetapkan senilai 2,6 triliun. Untuk mencapai target tersebut, Bapenda Pekanbaru telah menyiapkan strategi yang disebut IED (Intensifikasi, Ekstensifikasi, dan Digitalisasi).
Kurniawan menjelaskan bahwa IED akan diterapkan melalui empat langkah besar, yaitu pendataan ulang dan upgrade database perpajakan, pengembangan teknologi informasi yang memadai, penguatan kualitas SDM di Bapenda, dan penguatan inovasi, regulasi, serta kerjasama.
“Kita turunkan konkretnya dalam 4 langkah besar; Pendataan ulang dan upgrade database perpajakan, pengembangan teknologi informasi yang memadai, penguatan kualitas SDM di Bapenda dan Penguatan inovasi, regulasi & Kerjasama,” tandas Kurniawan.
Dengan penerapan strategi IED ini, Kepala Bapenda Pekanbaru optimis bahwa penerimaan Pajak Daerah di kota Pekanbaru akan meningkat di tahun 2023. (advertorial)