
PEKANBARU - Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru semakin serius mewujudkan konsep Smart City dengan menetapkan kecamatan Rumbai sebagai pilot projec atau percontohan penerapan program kota pintar tersebut.
Saat ini, baru Rumbai yang menerapkan sistem terkomputerisasi yang mampu memberikan informasi secara merinci mengenai seluk beluk kecamatan, yang dinamai dengan Redifine Rumbai Oprimalizer Smart (Red Rose).
''Saya minta Bappeda untuk menindaklanjuti ini segera,'' ucap Walikota Pekanbaru, Dr Firdaus MT, Selasa (23/2/2016) di Pekanbaru.
Sejumlah pembangunan di Kota Pekanbaru yang semakin menarik dan indah.
Walikota mengatakan, Pemko Pekanbaru serius menargetkan program kota pintar (smart city), di Pekanbaru dimulai penerapannya tahun 2016 ini. Kota pintar, bukan saja di bidang teknologi, tetapi masyarakatnya juga harus ikut dan mau mengerti prosesnya, sehingga semua sektor sosial, ekonomi, budaya dan sebagainya mencerminkan perilaku yang cerdas. Ada enam indikator, mulai dari smart government, smart society, smart living, smart economy, smart environment, dan smart mobility.
Walikota Pekanbaru Dr H Firdaus MT melihat denah penataan Kampung Wisata Kelurahan Kampung Bandar, Kecamatan Senapelan.
''Dengan dukungan teknologi, kita bisa menghubungkan itu semua. Karena, siapapun yang menguasai informasi pertama kali, dia yang akan jadi pemenang,'' jelas Firdaus.
Untuk menjadikan Pekanbaru menjadi kota pintar, Firdaus sendiri menggunakan program trilogi, yakni sensing (mencari pokok permasalahan), understanding (memahami kebutuhan warga kota), dan action (untuk implementasinya).
Walikota menyerahkan bantuan kepada masyarakat miskin.
''Ini bukan hanya mimpi tetapi sudah direncanakan sebelumnya. Memang belum bisa dilakukan menyeluruh akibat kesiapan dan ketersediaan sarana. Namun dengan dimulai dari satu Kecamatan Rumbai, Pekanbaru diharapkan bisa berubah,'' paparnya.
Menurut Walikota, nanti Rumbai akan membangun sistem link terhadap semua data kependudukan, mulai dari tingkat RT/RW hingga ke kecamatan. ''Lalu diteruskan ke kantor Walikota, sehingga jika saya ingin mengecek data apa saja tentang Kecamatan Rumbai semua bisa dilihat dari ruangan kantor,'' terangnya.
Walikota pada peluncuran teknologi 4G PT. Telkomsel di Mal SKA.
Untuk itu, Walikota meminta Bappeda untuk merealisasikan hal ini. Karena tim penanggulangan kemiskinan ada di lembaga tersebut. Diakui Walikota, dipilihnya Rumbai sebagai pilot projec, karena data sajian kependudukan yang dimiliki selama ini sudah lebih baik dari kecamatan lain.
Sementara itu, Camat Rumbai Zulhelmi Arifin melalui Sekretaris Camat Vemi Herliza menyebutkan, Red Rose adalah program besutan Pemerintah Kecamatan Rumbai, yang saat ini sudah mulai menampakan hasil.
Walikota Pekanbaru bersama Camat Rumbai Zulhelmi.
Berkat akurasi dan ketepatan Red Rose, tersebut sebanyak 1.000 persil objek pajak berhasil didata dan sudah diserahkan kepada UPTD Dispenda Rumbai. Dijelaskan Vemi, Red Rose merupakan program yang terkomputerisasi yang mampu memberikan informasi secara merinci mengenai seluk beluk Kecamatan Rumbai. "Jadi apa saja tentang Rumbai, bisa ketahui dari Red Rose,'' ujarnya.
Dalam tahap awal ini, sambung Vemi, Red Rose sudah mendata banyak hal seperti Objek Wajib Pajak. Yang mana lahan yang terkena pajak sebelumnya masih banyak yang belum terdata dan belum dikenakan wajib pajak. Setelah mendapatkan data 1.000 persil wajib pajak, data tersebut kemudian diserahkan kepada Dispenda untuk dikenakan pajak.
''Sekarang kita berhasil mendata 1.000 persil objek. Jika 1 persil pajaknya paling minim Rp200 ribu setahun, kalau 1.000 bisa jadi Rp200 juta,'' jelasnya.
Walikota pada kegiatan UEK SP Fajar Harapan di Kelurahan Muara Fajar, Rumbai.
Hal tersebut, menurutnya, masih awal permulaan. Dan kekdepan seluruh objek pajak yang belum terdata selama ini akan bisa diketahui melalui Red Rose. Yang mana jika hal tersebut berhasil diterapkan maka Pendapatan Asli Daerah (PAD) bisa bertambah. Kedepan, Red Rose akan menjadi program smart city Pekanbaru, yang mana saat ini Kecamatan Rumbai menjadi pilot project smart city tersebut.
Sementara itu, Kementerian Kebudayaan Pariwisata sendiri sudah meminta Pemerintah Kota Pekanbaru untuk menuju smart city dan membuat branding sendiri. Sebelumnya, Pemko diundang ke Kemenbud di Jakarta dengan beberapa kota lainnya seperti Aceh, Jogjakarta, Depok dan Bandung guna membahas tentang smart city di Indonesia.
''Pak Walikota menilai, konsep kota smartcity sudah sesuai dengan strategi konsep pembangunan kota Pekanbaru. Oleh sebab itu Pak Wali sangat antusias dengan program dari Kemenbud ini,'' kata Kabag Humas Pemko Pekanbaru, M. Rizal, S.Ag.
Dicontohkan, Pekanbaru telah memulai program smart city dengan layanan yang berbasis IT dan Fiber Optik (FO) yang telah terpasang di Kota Pekanbaru.
''Walaupun FO belum selesai, tapi sebelum diintruksikan Kemenbud, nyatanya kita sudah memulai ke arah smart city. Beberapa strategi pembangunan ke arah smartcity telah disiapkan. Sekarang kita menunggu prosesnya berjalan,'' pungkasnya. (adv)