
PEKANBARU - Selain program 1 Milyar bagi desa dan kelurahan paslon nomor 2 juga memaparkan program Bangkit perkebunan pada saat debat berlangsung Jumat (27/4/2018) malam lalu.
Paslon nomor 2 berkomitmen terhadap sektor perkebunan yang menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat riau, khsususnya perkebunan kelapa sawit dan kelapa kopra.
"Selain program Rp1 milyar bagi desa dan kelurahan, kami juga mencanangkan akan membangun BUMD untuk kebun sawit, kebun kelapa di inhil dan kebun lainnya yang menjadi sumber ekonomi masyarakat Riau. Hampir lebih dari 30 tahun perkebunan dimulai kita belum memiliki BUMD. Selain soal menambah PAD, BUMD akan kita arahkan menjadi penopang bagi petani kita untuk mengaksea modal, pemasaran dan lain sebagainya, terlebih sebentar lagi akan banyak yang replanting," papar cagubri sang inisiator UU Desa ini
Hadir juga dalam debat tersebut Abdul Wahid Wakil Ketua Tim KRB sekaligus ketua DPW PKB Riau.
Dalam keterangannya saat dikonfirmasi awak media mengenai kelapa di inhil, Wahid juga menegatakan akan membangun BUMD yang akan mengelola kelapa tidak hanya di hulunya tapi juga industri hilir, pengolahan turunan kelapa yang siap dipasarkan.
"Mengenai solusi bagaimana kelapa di Inhil juga menjadi perhatian paslon nomor 2, komitmen akan membangun BUMD yang nanti tidak hanya menampung hasil kebun petani tetapi juga mengenai olahan produk turunan kelapa yang siap dipasarkan. Sehingga ada daya saing dan standar harga dapat stabil, Karena BUMD ini akan menembus secara langsung pasar ekspor. Tidak tersandra oleh pengusaha swasta yang susah dikendalikan oleh pemerintah daerah," terang anggota DPRD Riau ini. (rls)