DURI - Kebakaran salah satu unit mesin Stasion Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Hangtuah Duri, Selasa (19/4/2016) malam lalu, memiliki dampak juga pada pedagang premium eceran yang kini akrab dengan nama pertamini. Sebagian pertamini menaikan harga premium yang biasa Rp 8.000 perliter naik menjadi Rp 9.000 perliter.

Kebanyakan dari pengusaha pertamini mengeluhkan sulitnya mendapatkan premium, sejak SPBU Hangtuah Duri ditutup pasca kebakaran tersebut. Meskipun masih ada SPBU Sudirman, namun sementara waktu dibatasi pembelian jiregen.

"Tak dapat sekarang delapan ribu kak, jauh kami pergi beli bensin (premium) ini. Ke Kulim sana pergi beli, baru dapat bensin. Belum lagi ongkos kami kesana, mana untung kalau kami jual delapan ribu seliter. Sejak terbakar itu, payah kami dapat bensin. Ke SPBU Sudirman pun belum tentu kami dapat," kata Nainggolan kepada GoRiau.com, Sabtu (23/4/2016).

Tidak hanya Nainggolan, pemilik pertamini lainnya juga menaikan harga premium perliternya dengan alasan sulit mendapatkannya. "Ya kalau memang mau murah, ikut antri di SPBU Sudirman saja," Sapri pemilik pertamini lainnya yang tidak jauh dari pertamini Nainggolan.

Pantauan GoRiau.com, SPBU Hangtuah Duri masih diberi garis police line karena masih dalam penyelidikan pihak kepolisian. Sementara satu unit mobil merek Honda Jazz yang terbakar pada peristiwa tersebut juga belum dievakuasi. ***