PEKANBARU – DPRD Riau meminta adanya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja Dirut PLN dan sistem kelistrikan PLN pasca terjadinya pemadaman listrik massal di wilayah Sumatera, termasuk di Provinsi Riau.

Pemadaman listrik berskala besar tersebut dinilai berdampak serius terhadap pelayanan publik, terutama layanan rumah sakit, aktivitas masyarakat hingga aspek keamanan dan ketertiban.

Selain itu, masyarakat juga dilaporkan mengalami berbagai kerugian materi akibat blackout tersebut. Sejumlah perangkat elektronik dilaporkan rusak karena gangguan listrik, sementara para penghobi ikan koi juga mengaku mengalami kerugian akibat matinya ikan peliharaan karena suplai oksigen terhenti saat listrik padam.

Permintaan evaluasi itu disampaikan DPRD Riau dalam keputusan rapat Badan Musyawarah (Banmus) yang digelar Senin (25/5/2026).

“Kita minta ada evaluasi terhadap Dirut PLN terkait blackout ini supaya tidak terulang lagi,” ungkap Wakil Ketua DPRD Riau Ahmad Tarmizi usai rapat.

Menurut DPRD Riau, blackout tidak hanya mengganggu aktivitas ekonomi dan pelayanan publik, tetapi juga berpotensi meningkatkan risiko kriminalitas di sejumlah kawasan akibat kondisi gelap saat pemadaman berlangsung.

Karena itu, DPRD juga meminta aparat kepolisian meningkatkan patroli keamanan selama terjadi gangguan listrik untuk menjaga situasi tetap kondusif.

DPRD berharap PLN dapat segera menelusuri akar penyebab blackout yang terjadi secara meluas tersebut dan melakukan langkah antisipasi agar kejadian serupa tidak kembali terulang di masa mendatang.

Selain evaluasi teknis, masyarakat juga berharap adanya peningkatan kesiapan sistem cadangan listrik, terutama untuk fasilitas vital seperti rumah sakit, pusat pelayanan publik, dan infrastruktur penting lainnya agar dampak blackout dapat diminimalkan. ***