PEKANBARU, GORIAU.COM - Sangat memprihatinkan. Rp1 miliar anggaran yang diajukan Badan Olahraga Mahasiswa Indonesia (Bapomi) Riau untuk persiapan Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (Pomnas) XIII di Yogyakarta, 25 November - 1 Desember 2013 hanya disetujui sebesar Rp50 juta.

Padahal seluruh mahasiswa yang dipersiapkan untuk iven dua tahunan tersebut akan membawa nama Bum Lancang Kuning di tingkat nasional. Jika bicara masalah cukup atau tidak cukupnya, tentu saja nominal Rp50 juta tersebut berat untuk mempersiapkan diri menjelang kebrangkatan ke Yogyakarta.

Ketua Umum Bapomi Riau, M Rahman kepada GoRiau.com mengaku sangat kecewa dengan Pemprov Riau yang dinilai tidak serius mengembangkan olahraga di tingkat mahasiswa. "Kalau ditanya cukup siapa saja pasti bilang jauh dari harapan. Kita membawa nama Riau, namun itu tidak diperhitungkan," kata Rahman.

Dilanjutkannya, untuk keberangkatan hingga selesainya Pomnas di Yogyakarta saja, Bapomi Riau membutuhkan anggaran lebih kurang Rp400 juta. Namun faktanya, anggaran yang disediakan hanya Rp50 juta. "Sungguh tidak wajar, ini yang membuat kita tidak bisa mengirim seluruh atlet dan absen di beberapa cabang olahraga," lanjut Rahman.

Kondisi ini ternyata yang membuat Bapomi Riau memecah keberangkatan Kontingen Riau ke Pomnas menjadi empat kloter. "Mau tidak mau kita menyicil keberangkatan kontingen, berharap ada tambahan dana untuk keikutsertaan kita di Yogyakarta," tambah Rahman.

Jika ditelaah, atlet di tingkat mahasiswa merupakan lanjutan dari tingkat pelajar. Kemudian naik ke level senior untuk memperkuat Riau pada iven tertinggi Pekan Olahraga Nasional (PON), termasuk pada PON XIX 2016 di Jawa Barat mendatang. "Mereka merupakan atlet terbaik dari cabang masing-masing," kata Rahman melanjutkan.

Seperti diketahui, Riau hanya memberangkat 94 atlet dari total 260-an yang dipersiapkan untuk sebelas cabang olahraga yang dipertandingkan. Kondisi minimnya anggaran tadi juga memastikan Riau tidak bisa turun di seluruh nomor pada sebelas cabang tersebut. Hal ini juga yang membuat Riau absen pada tiga cabang olahraga.

Kesebelas cabang tersebut diantaranya Atletik, Basket, Bulutangkis, Catur, Futsal, Panahan, Pencak Silat, Karate, Sepakbola, Tenis Meja dan Voli Indoor. Sementara Riau absen pada tiga cabang, yakni Renang, Tenis Lapangan dan Voli Pantai.

Sementara mengenai prestasi, Riau hanya menargetkan minimal hasil pada Pomnas sebelumnya di Batam 2011 lalu bisa kembali diraih. Hanya dua cabang Riau pada waktu itu yang berhasil merebut medali, yakni silat dan atletik. "Minimal medali perunggu yang kita raih pada 2011 lalu bisa dipertahankan," harap Rahman.(tri)