
BAGANSIAPIAPI - Kepala Dinas Bina Marga Dan Pengairan, Drs Jon Syafrindow mengatakan, panjang jalan yang berada di bawah tanggung jawab pemerintah Kabupaten Rokan Hilir sekitar 1965,15 Km. Jumlah tersebut merupakan jalan kolektor atau juga disebut jalan kabupaten. Sedangkan jalan lingkungan, katanya, di bawah tanggung jawab Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang.
"Dulu jalan Ujung Tanjung ke Tugu Gong Bagansiapiapi merupakan jalan provinsi. Sekarang sudah beralih status menjadi jalan negara yang dibawah tanggung jawab kementrian Pekerjaan Umum," kata Jon kepada GoRiau.com, Senin (2/5/2016) diruang kerjanya.
Menurutnya, kerusakan jalan Kabupaten mencapai 19,850 persen untuk kategori rusak berat, 29,005 persen rusak sedang dan 70 persen rusak ringan. Kerusakan jalan yang ada di Kabupaten ini ada beberapa faktor seperti cuaca terutama bagi jalan yang masih beraspal karena tidak tahan dengan genangan air.
"Cuaca sangat mempengaruhi. Kalau hujan sering turun, jalan akan cepat rusak terutama jalan yang beraspal," ujarnya.
Jon menambahkan, untuk seluruh jalan negara, mulai tahun ini sudah akan dirigid. Sedangkan jalan Kabupaten itu sendiri, harus beton K 350 yang melalui standar uji beton. Kerusakan jalan yang terparah, menurutnya, ada di Kecamatan Pujud, Bangko Pusako, Kuba dan Kubu serta Pekaitan.
"Di sana cepat rusak karena sistem drainase kurang bagus. Juga karena volume kendaraan yang melewati jalan itu tidak sesuai dengan daya tahan jalan," ujarnya.
Sementara itu, tempat sama, Kabid Bina Marga, Budi Mulya menyebutkan, daya tahan jalan Kabupaten Rokan Hilir hanya bisa menahan beban seberat 10 Ton. Sedangkan kendaraan yang melewati jalan tersebut, bisa mencapai antara 25 sampai dengan 35 Ton.
Budi mengatakan, upaya perbaikan jalan yang rusak kerap dilakukan Dinas Bina Marga. Setiap jalan berlubang, petugas langsung menambal jalan tersebut. Untuk tahun ini, pihaknya sudah menganggarkan dana pemeliharaan jalan sebesar Rp20 Miliar untuk perbaikan sejumlah ruas jalan yang rusak. Anggaran itu juga untuk membangun box culvert yang saat ini sedang dikerjakan seperti didepan Jalan Siak dan jalan Sekip, Bagansiapiapi.
"Kalau di jalan negara ada yang rusak, kami hanya menginformasikan saja. Kementrian PU juga sekarang meminta data kerusakan untuk diproses secepatnya," ujar Budi.(amr)