TELUKKUANTAN – Festival Pacu Jalur kembali menjadi pusat perhatian nasional dengan rencana kehadiran Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam pembukaan resminya di Tepian Narosa, Teluk Kuantan, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing). Ajang budaya tahunan yang berlangsung selama lima hari ini telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia dan terus menarik perhatian publik, baik dari dalam maupun luar negeri.

Festival ini dijadwalkan berlangsung mulai 20 hingga 24 Agustus. Puncak acara adalah perlombaan perahu tradisional khas Kuansing di Sungai Kuantan yang diikuti ratusan peserta dari berbagai daerah.

"Pembukaan Pacu Jalur Nasional pada siang hari akan dibuka langsung oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka," ujar Gubernur Riau, Abdul Wahid, Senin (18/8/2025).

Sebelum pembukaan resmi oleh Wakil Presiden, rangkaian awal festival akan dimulai sejak pagi hari, dipimpin oleh Wakil Gubernur Riau, SF Hariyanto.

"Iya benar, Pak Wagub dijadwalkan membuka acara festival pada pagi hari," tambah Wahid.

Agenda pembukaan diawali dengan pawai budaya dan parade jalur yang menampilkan puluhan jalur dari seluruh kecamatan di Kuansing. Atraksi seni tradisional Melayu Riau, pertunjukan musik, serta prosesi adat menjadi bagian dari kemeriahan awal festival ini.

Sementara itu, Gubernur Abdul Wahid bersama Forkopimda Riau akan berada di Pekanbaru untuk menyambut kedatangan Wakil Presiden. Usai penyambutan, rombongan Wapres dijadwalkan langsung menuju Teluk Kuantan untuk menghadiri pembukaan resmi di Tepian Narosa.

Puncak kegiatan adalah Pacu Jalur, sebuah perlombaan perahu tradisional sepanjang lebih dari 20 meter yang dikayuh puluhan pendayung. Ribuan penonton dipastikan akan memadati tepian sungai untuk menyaksikan persaingan ketat antar jalur yang penuh semangat sportivitas.

Festival ini semakin menarik perhatian setelah viralnya tren aura farming yang memperlihatkan Dika, seorang anak lokal yang menari di atas perahu jalur saat lomba berlangsung. Aksinya menyebar luas di media sosial, menarik perhatian pengguna dari berbagai belahan dunia, termasuk para artis internasional.

Popularitas yang meningkat ini menjadikan Festival Pacu Jalur bukan sekadar lomba, tapi juga jendela dunia terhadap kekayaan budaya Kuansing. Statusnya sebagai WBTb mempertegas peran penting tradisi ini dalam memperkenalkan warisan budaya Melayu Riau kepada dunia.

Pemerintah daerah pun menunjukkan komitmennya melalui dukungan penuh terhadap pelestarian dan pengembangan festival ini sebagai bagian penting dari identitas kultural dan potensi pariwisata daerah. ***