JAKARTA – Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN), Basuki Hadimuljono, memastikan alokasi anggaran untuk pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) tahun ini tidak akan mengalami pemangkasan. Basuki menyebut, sebelum finalisasi anggaran, pihaknya akan terlebih dahulu bersurat kepada Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati.

"Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 itu dibuat sebelum rapat terbatas (ratas) IKN pada 21 Januari. Kami sudah diminta untuk berkirim surat kepada Menteri Keuangan guna menyesuaikan dengan yang disetujui oleh Bapak Presiden, yaitu Rp6,3 triliun ditambah Rp8,1 triliun," ujar Basuki saat konferensi pers di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin.

Dengan demikian, total anggaran OIKN tahun ini mencapai Rp14,4 triliun, sesuai persetujuan Presiden Prabowo. Basuki menegaskan, tidak ada perubahan atau pemangkasan dari alokasi yang telah ditetapkan tersebut.

Rapat terbatas ini dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi, termasuk Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Menteri Pekerjaan Umum, Dodi Hanggodo, Wakil Menteri Pekerjaan Umum, Diana Kusumastuti, serta Staf Khusus OIKN Bidang Perencanaan Pembangunan, Imam Santoso Ernawi.

Rapat ini merupakan kelanjutan dari pembahasan sebelumnya yang digelar di Kantor Presiden pada 21 Januari 2025. Selain Basuki, hadir pula Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, dan Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya. Rapat tersebut berlangsung selama kurang lebih tiga jam.

"Tadi kami juga sampaikan kepada beliau (Presiden), kebetulan ada Mensesneg, dan dijawab bahwa itu akan segera disesuaikan," tambah Basuki, menegaskan kembali bahwa anggaran OIKN tahun ini tetap aman dari pemangkasan. (ant)