
PEKANBARU - Merasa dituding kehadirannya dalam Rapat Kordinasi (Rakor) ke Kemenadagri menyebabkan masuknya anggaran dana eskalasi sebesar Rp220 miliar ke APBD Perubahan 2015, Wakil Ketua DPRD Riau Noviwaldi Jusman membela diri.
Kepada GoRiau.com, Noviwaldi menunjukkan sepucuk Surat Perintah Tugas (SPT) dari Wakil Ketua DPRD H. Sunaryo untuk menghadiri Rakor tersebut.
"Saya diberi tugas, karena pada saat itu Sunaryo mengatakan saya lebih memahami. Ada surat undangan. Saya datang, di sana tak dibahas soal APBD, melainkan penyerahan hasil evaluasi oleh Kemendagri. Undangan itu disampaikan pada rapat Tim Anggaran Pemerintah Daerah dengan Banggar, ada rekamannya," kata Noviwaldi, Selasa (5/4/2016).
Ia mengatakan, persoalaan terkait hal itu tak perlu ditanyakan lagi, karena semuanya sudah dilaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
"Siapa bilang saya pergi sendiri. Sunaryo yang minta tolong ke saya kok. Sudahlah, persoalan ini sudah saya serahkan ke KPK," tegasnya.
Ia mengaku tak mau berpolemik soal dana eskalasi lagi. Apakah nantinya ada hal yang dinilai menyalahi aturan, KPK yang akan membuktikan. ***