PEKANBARU, GORIAU.COM - Kepala Polresta Pekanbaru Kombes (Pol) Adang Ginanjar mengatakan narapidana kasus pembunuhan penghuni Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Pekanbaru, Provinsi Riau yang berusaha kabur, berhasil lolos setelah memanjat pagar setinggi 10 meter.

''Menurut informasinya, napi tersebut mengalami gangguan jiwa dan telah dua kali keluar masuk rumah sakit jiwa,'' katanya ketika ditemui di lokasi kejadian di Pekanbaru, seperti dikutip dari Antara, Selasa sore (27/8/2013).

Syamsul, seorang napi itu, sebelumnya berusaha kabur dari Lapas Kelas II A Pekanbaru dengan cara memanjat pagar setinggi kurang lebih 10 meter.

Dia terpidana seumur hidup karena terlibat kasus pembunuhan. Selain itu, dia sebelumnya juga telah mencuri sebilah parang dari gudang di lapas setempat.

Ia menjelaskan Syamsul sempat melawan petugas kepolisian yang mengepungnya di luar batas pagar Lapas Pekanbaru.

"Seorang petugas mengalami luka akibat sabetan parang yang dicuri pelaku," katanya.

Setelah berupaya cukup lama, akhirnya petugas kepolisian dapat meringkus Syamsul yang ternyata juga mengalami luka sobek di bagian lengan akibat salah dalam mengendalikan parang.

"Luka yang dialami pelaku adalah terkena sabetan senjata tajamnya sendiri," kata saksi mata dari kepolisian.

Adang mengatakan pihaknya telah memintai keterangan sejumlah petugas Lapas Kelas II A Pekanbaru, terkait kondisi pelaku dan kronologi upaya pelarian Syamsul.

"Berdasarkan informasi itu, kami mendapati bahwa pelaku adalah seorang yang telah berulang kali keluar masuk penjara, dan terakhir dia terlibat kasus pembunuhan dan dihukum seumur hidup," katanya.

Ia mengatakan pelaku juga diindikasi stres berat atau mengalami gangguan jiwa selama menjalani tiga tahun masa hukuman di dalam lapas.

"Pemeriksaan kejiwaan pelaku akan diatasi oleh pihak lapas," katanya.

Berdasarkan pantauan Antara di lokasi kejadian, puluhan personel kepolisian tampak masih berjaga-jaga di sekitar halamam luar Lapas Kelas IIA Pekanbaru.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Pekanbaru Kompol Arief Fajar Satria mengatakan saat ini pelaku telah diamankan dan diletakkan dalam sel terisolasi.

Syamsul, kata dia, juga sedang menjalani perawatan medis akibat luka yang dialaminya ketika hendak melarikan diri dengan cara memanjat pagar lapas.

"Pelaku mengalami luka-luka di beberapa bagian tubuh karena memaksa memanjat pagar. Badannya terkena kawat duri, sementara lengannya terkena sabetan senjata tajam yang dibawanya," kata dia.

Seorang anggota polisi yang menjadi korban sabetan parang oleh pelaku, kata Arief Fajar, saat ini juga telah dilarikan ke rumah sakit untuk menjalani perawatan secara intensif.

Pascapercobaan kaburnya seorang napi tersebut, Polresta Pekanbaru berjanji memperketat pengamanan di Lapas Kelas IIA Pekanbaru. ***