
TANAH PUTIH, GORIAU.COM - Calon Gubernur Riau Ir HM Lukman Edy M.Si. memastikan blusukan yang belakangan sering ia lakukan sama sekali tidak meniru gaya Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo alias Jokowi. ''Bahkan saya memastikan, blusukan yang saya lakukan lebih dahsyat dari Jokowi,'' kata LE, sapaan akrabnya.
LE mengatakan hal itu ketika mengadakan pertemuan dengan masyarakat Desa Manggala Lima, Kecamatan Tanah Putih, Kabupaten Rohil (Rokan Hilir), Selasa (27/8/2013) malam. Pertemuan yang dihadiri ratusan masyarakat itu digelar di alam terbuka, di dekat pangkal batang sejumlah pohon kelapa sawit, dan di bawah terpaan semilir angin malam, dan hanya dilapisi beberapa helai tikar lusuh.
Pernyataan tersebut dikemukakan LE untuk menjawab pertanyaan seorang masyarakat, yang mengidentikkan beberapa langkah yang ditempuh LE untuk merebut kursi Gubernur Riau periode 2013-2018 persis sama dengan yang dilakukan Jokowi. Menjawab pertanyaan seperti itu, LE memastikan tidak semua yang ia lakukan sama persis dengan yang diperbuat oleh Jokowi.
''Bahkan saya memastikan, blusukan yang kami lakukan lebih dahsyat dari Jokowi,'' tambah LE.
Kalau Jokowi paling banter melakukan blusukan ke pasar-pasar atau ke lorong dan gang-gang, yang jarak tempuhnya paling banter hanya 1 km dari kantor atau tempat tinggalnya, ''Lihat saja yang kami lakukan, yaitu blusukan ke sejumlah tempat yang jarak tempuhnya sangat jauh dari Pekanbaru,'' katanya.
LE juga menampik program yang ia usung sebagai calon Gubernur Riau, yang terangkum ke dalam 4 Pilar, meniru program yang disusun oleh Jokowi ketika mencalonkan diri sebagai Gubernur DKI Jakarta.
''Saya memastikan program itu bukan ditiru dari program Jokowi,'' kata LE. Tapi ia tidak menampik, sebelum program itu disiarkan ke tengah publik, sempat membahasnya bersama Jokowi.
''Tapi semua ide dasar di program kita yang terangkum ke dalam 4 Pilar tersebut murni dari kita, yang bertolak dari realitas objektif yang kita temui sehari-hari di Riau,'' ia menambahkan. LE juga tidak menutup kemungkinan bahwa semua program tersebut juga telah melalui analisis yang mendalam, yang kemudian didiskusikan dengan mereka-mereka yang memiliki keahlian dan kompetensi tentang itu.
Menjawab pertanyaan apakah kalau kelak terpilih sebagai Gubernur Riau masih sering blusukan ke tengah masyarakat, LE menjelaskan bahwa pada dasarnya kegiatan blusukan itu sangat diperlukan, antara lain dimaksudkan agar jalinan tali silaturahmi dengan masyarakat tidak terputus. ''Tapi tentu saja intensitesnya tidak sesering seperti yang saya lakukan belakangan ini,'' tambah mantan menteri tersebut.
Apalagi kalau kelak program bantuan dana Rp2 miliar/desa/tahun direalisasikan, menurut LE, sejatinya masyarakat tidak lagi terlalu memerlukan kehadiran gubernur secara fisik. ''Bukankah kehadiran gubernur di suatu tempat antara lain dimaksudkan sebagai sebuah peluang untuk menyampaikan beberapa hal yang berkaitan dengan pembangunan?'' tambah mantan anggota DPRD Provinsi Riau tersebut.
''Kalau untuk masing-masing desa sudah didrop dana masing-masing Rp2 miliar/tahun, hampir semua urusan di tingkat desa sudah bisa ditangani oleh kepala desa bersama aparatnya,'' terang LE. ''Kalau sudah demikian, untuk apalagi diperlukan kehadiran gubernur, bupati atau anggota DPRD? Paling hanya untuk makin memperkuat tali silaturahmi,'' sambung LE lagi. (rls)