
PEKANBARU - Carateker KONI Riau menjadwalkan Musyawarah Olahraga Provinsi Luar Biasa (Musorprovlub) KONI Riau akan dilaksanakan pada tanggal 14 Maret 2021.
Hal itu disampaikan oleh Ketua Bidang Organisasi KONI Pusat, Mayor Jenderal TNI (Purn) Andrie T.U Soetarno yang ditunjuk menjadi Ketua Carateker KONI Riau.
"Insyaallah tanggal 14 Maret itu KONI Riau melaksanakan Musorprovlub," katanya kepada GoRiau.com, Kamis (17/2/2022).
Carateker KONI Riau dan Dispora telah melakukan penandatanganan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD, selain itu Carateker juga sudah melakukan audensi dengan Gubernur Riau dan Wakil Gubernur dan menemui mantan Plt Ketua KONI Riau Raja Marjohan Yusuf.
"Tanggal 1 Maret akan ada sosialisasi kepada ketua Koni Kabupaten/Kota, dan ketua cabang olahraga. Disana akan kita umumkan Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP)," ucapnya.
Setelah proses sosialisasi rampung, proses selanjutnya seperti pendaftaran Bakal Calon (Balon), penyerahan dan pengembalian formulir, kemudian verifikasi berkas Balon.
Setelah berbagai tahapan itu selesai secara keseluruhannya, baru akan dilaksanakan Musorprovlub pada tanggal 14 Maret.
"Intinya Kami dari KONI pusat kepentingannya hanya satu yaitu melaksanakan Musorprovlub untuk memilih ketua umum yang terbaik dan yang memiliki integritas untuk kemajuan olahraga di Riau," terangnya.
Sejatinya proses Musorprovlub Riau dilaksanakan pada akhir tahun 2021 lalu, namun persyaratan yang dikeluarkan oleh TPP KONI Riau menimbulkan polemik sehingga membuat KONI Pusat harus turun tangan.
Lanjut Mayor Jenderal TNI (Purn) Andrie T.U Soetarno, dia menegaskan tim Carateker akan meninjau kembali persyaratan dengan merujuk atau berpedoman kepada hasil Rapat Kerja (Raker) KONI Riau pada bulan April tahun 2021 lalu.
"Sebelumnya kan sudah ada hasil Raker KONI yang dilaksanakan pada bulan April lalu, kesepakatan di hasil Raker itu akan kita lihat dan akan menjadi pedoman kita. Namun nanti akan dilihat lagi kalau ada hal-hal yang perlu disempurnakan maka akan kita sempurnakan," bebernya.
Seperti diberitakan sebelumnya, gejolak yang sempat terjadi di KONI Riau dikarenakan adanya mekanisme yang tidak sesuai dengan AD/ART KONI, untuk itu tim Carateker dari KONI pusat akan mengembalikan mekanisme tersebut yang berdasarkan AD/ART.
"Jadi nanti ketika pelaksanaan Musorprovlub sudah tidak ada lagi yang protes, karena sudah sepakat semua. TPP sudah mensosialisasikan dan sudah dibahas bersama,"pungkasnya. ***